EFEK KREDIT TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI, PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN
Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan, Kredit memiliki fungsi untuk merangsang sikap saling tolong menolong dengan tujuan pencapaian kebutuhan, baik dalam bidang usaha atau kebutuhan sehari hari dengan kata lain kredit diharapkan dapat membawa dampak positif secara sosial ekonomis bagi seluruh pihak (kreditur, debitur, dan masyarakat).
Lembaga perbankan tidak hanya menyediakan kredit dalam bentuk murni dana untuk dijadikan modal usaha. Tetapi bank juga menyediakan kredit untuk mobil dan sepeda motor. Kebanyakan individu mengambil mobil dan sepeda motor dengan cara kredit melalui bank. Untuk nasabah yang meminjam untuk modal usaha harus memiliki jaminan agar bank dapat mempercayai nasabah untuk nantinya bisa mengembalikan dana yang dipinjam. Lembaga perbankan bisa meminjamkan dananya lebih besar dibanding lembaga peminjam lainnya.
Masyarakat, kreditur dan debitur bisa menggunakan kredit melalui bank, bank apapun menyediakan fasilitas kredit. Bank akan meminjamkan dananya untuk nasabah dalam waktu tertentu. berdasarkan kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan. Peran utama bank yaitu memfasilitasi konsumen yang menabung di bank dan wirausaha atau sektor pemerintahan yang akan meminjam dana bank. Dengan begitu bank memiliki peranan penting dalam meningkatkan efisiensi ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Pengangguran adalah orang yang dalam usia bekerja namun belum mendapatkan pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan yang cocok dengan kemampuannya. Masalah pengangguran di Indonesia sudah sangat terdengar biasa namun pemerintah selalu mencoba untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Pengangguran yang selalu diiringi dengan masalah kemiskinan juga menjadi tugas bagi pemerintah untuk diselesaikan.

Kemiskinan adalah keadaan dimana individu atau kelompok (keluarga) tidak dalam kondisi keuangan yang baik. Kemiskinan bisa jadi karena kepala keluarga yang menjadi pengangguran sehingga tidak bisa membiayai keluarganya. Di Indonesia tingkat kemiskinan mengalami penurunan menjadi 6,69% di bulan maret 2019.
Kemiskinan bisa terjadi karena faktor pengangguran, kesehatan, lingkungan, pendapatan yang tidak mencukupi atau pengeluaran yang sangat banyak. Masalah kemiskinan sudah menjadi masalah yang selalu dimiliki di negara manapun terutama negara berkembang. Tetapi tidak menutup kemungkinan negara maju tidak memiliki masalah kemiskinan, hanya saja tingkat kemiskinan negara maju lebih kecil daripada negara berkembang. Kemiskinan dan pengangguran dapat menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi yang baik menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi juga baik.
Dalam hal ini ternyata tidak hanya tugas pemerintah saja. Bank juga berkonstribusi 6,5% untuk pertumbuhan ekonomi. Meskipun relatif kecil tetapi bank sangat membantu untuk pertumbuhan ekonomi. Kredit bank memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia.
Efek kredit bank terhadap pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi pengangguran dan kemiskinan didasarkan pada teori IS-LM. Lembaga perbankan akan merspons positif dari kebijakan fiskal untuk mengalokasikan kredit kepada sektor riil. Sehingga akan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Secara langsung kredit bank mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Dengan meminjamkan dana kepada individu atau wirausaha akan membuat menurunnya pengangguran. Wirausaha yang meminjam dana akan menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri dan membuka lapangan kerja untuk masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan. Dengan begitu kemiskinan juga akan berkurang sedikit demi sedikit.
Tidak hanya baik dalam sisi pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Tetapi dengan semakin banyaknya bank membantu perekonomian negara, bank juga akan semakin meningkatkan layanan keuangan sehingga bank akan mencapai target atau mencapai kinerja yang bagus.
referensi : http://journals.ums.ac.id/index.php/JEP/article/view/1651/1456
