CCIE 3x (Wanna Be)

Masih teringat jelas di benak saya bagaimana pada awal tahun 2012, I have no idea at all about CCNA R/S exam. Padahal saya sudah mengikuti trainingnya selama 1 tahun.
But somehow, I passed. :p
Interview pertama di kantor pertama, seputar static route. Ah, it’s kind of easy lah.. Saya pun langsung diterima kerja setelah itu, walaupun 2 minggu kemudian saya resign dengan cara yang kurang terhormat.
2 tahun berselang, di kantor yang ketiga saya diharuskan untuk mengikuti ujian CCNA Wireless (CCNA R/S sister’s). Still have no idea, but again I passed.
Setahun kemudian (2015), ketika saya sudah hopeless tes BUMN sana-sini dan kelewatan semua, saya baru sadar kalau saya tidak bisa begini-begini aja. Karena saya sudah 3 tahun bekerja di perusahaan IT dengan background network engineer dan dibekali 2 sertifikat, saya bertekad untuk mendalami computer networking.
Hal yang pertama saya lakukan adalah me-review materi-materi CCNA R/S. Kemudian belajar CCNP R/S, dan lulus ketiga ujiannya pada tahun yang sama. Sampai hari ini, saya masih berkutat dengan materi-materi CCIE R/S.
Anehnya, sampai saat ini saya enggak punya passion sama sekali di computer networking. Biasa aja.. Tapi saya sadar, CCIE adalah satu-satunya kesempatan terbaik saya (yang paling masuk akal) untuk living well dimasa depan. Inilah yang membuat saya tetap semangat tetap buat belajar.
Jadi rumusnya, CCIE -> Living well.
Harapannya, saya bisa mendapatkan nomor cantik dari Cisco pada 2019 dari R/S exam. Dan dilanjutkan S/P, kemudian Design Exam sebelum umur 40 tahun.
Kenapa harus lulus exam? Karena ini adalah salah satu cara untuk mengaplikasikan kutipan legend,
“Love your job but don’t love your company, because you may not know when your company stops loving you” — Dr. APJ Abdul Kalam.
Disamping itu, a little bit of lucky juga diperlukan.
P.S: Untuk Anda yang ingin mendapatkan tips/trik dan pengetahuan seputar network computing, Anda bisa like akun Pejuang MPLS.
https://www.facebook.com/pejuangmpls
~~IM