Cerita Ulang Tahun Yang Brokenhearted

“Pagi itu, si bapak datang pagi banget, gak biasanya. Terus, dia pergi keluar. Gak lama, si bapak masuk lagi ke ruangan kantor dengan membawa kue”, si mba mulai bercerita.
“Mba, sini mba,” panggil si bapak. “Tolong potongin kue ini donk,” pinta beliau. “Bapak kenapa bawa kue?” tanya si mba. “Hari ini saya ulang tahun mba”, sambungnya.
Kue-pun dipotong oleh si mba dibantu oleh temannya dan kemudian dibagi-bagikan ke orang-orang yang ada di ruangan tersebut. Tidak lama setelah itu, para bapak-bapak yang lain datang ke meja tempat kue dipotong.
Mereka tahu siapa yang berulang tahun, karena setiap tahun si bapak selalu membawa sesuatu untuk dirayakan ke kantornya pada hari ulang tahunnya.
“Loh pak, kok gak bawa tumpeng?”, tanya seorang bapak yang lain. “Iya pak, saya lagi ga ada duit, jadinya saya bawa kue aja”, jawabnya.
Tahun-tahun yang lalu, si bapak selalu membawa tumpeng.
Kemudian bapak-bapak yang lain berinisiatif untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
“Tapi mereka kayaknya ga niat banget buat nyanyiin lagu ulang tahun, kesannya kayak bercanda gitu biar si bapak yang ulang tahun senang”, lanjut si mba yang matanya mulai merah.
“Aku ga pernah liat yang kayak gitu. Sedih banget.. Biasanya kan kalo kita ulang tahun temen kita yang bawa kue untuk dirayain. Ini enggak, si bapak yang bawa sendiri kuenya untuk dirayain dikantor,” tutup si mba.
“Udah, kamu jangan nangis donk”, candaku saat itu untuk memecah suasana.
Siang itu; saya, si mba, dan beberapa rekan kerja yang lain sedang mengunjungi pelanggan untuk memenuhi panggilan rapat. Saat itu, karena bosan menunggu rapat yang ditunda, kami pun bercerita tentang si bapak.
Sampai di kos malamnya, saya masih teringat-ingat tentang cerita itu. Sedih rasanya membayangkannya. Saya tidak tau gimana perasaan saya kalau pada hari itu saya ada di ruangan tersebut.
Happy birthday half century man..
IM