Kenapa Saya Berhenti Bermimpi

Sebuah kesedihan..


Kalau saya boleh cerita sedikit, ketika masih di bangku sekolah dulu, saya mempunyai banyak cita-cita. Ingin jadi ini, ingin jadi itu. Sampai-sampai seorang teman saya pernah bilang, “banyak kali cita-cita kau”..

Begitu juga ketika saya akan beranjak ke bangku perkuliahan, saya tetap punya impian. Dan Anda tahu, itu adalah impian-impian yang besar.

Ketika itu, saya yang hanya seorang anak desa ini, berangkat ke ibukota dengan bekal keyakinan dan keberanian dari ibu saya, bahwa saya akan sukses nanti, sukses dapat pekerjaan yang bagus. Begitu kira-kira yang ibu saya pikirkan ketika itu.

Sejalan dengan keyakinan ibu saya, saya juga sangat yakin saya akan sukses nanti di ibukota, dengan bekal mimpi-mimpi saya yang besar dan otak yang biasa-biasa saja ini.

Hari demi hari saya jalani, dan saya merasakan sepertinya ada keanehan. Banyak hal-hal terjadi tidak sesuai dengan apa yang saya pikirkan. Dan ketidaksesuaian itu membuat perjalanan saya menggapai impian saya begitu berat.

Lelah saya berpikir tentang keanehan tersebut. Dan pada suatu hari, ditahun ke-5 saya di kota metropolis ini, saya tersadar. Tersadar akan keanehan yang selama ini terjadi.

Keanehan itu bernama realita..

Ya, realita..

Realita mengalahkan semuanya. Mengalahkan impian, cita-cita, cinta, dan.. (silahkan tambahkan sendiri).


Hampir kesemua dari realita tidak bisa di kontrol. Dan hal tersebut yang membuat impian-impian saya menjadi kelam. Dan, hanya keberuntungan saja yang bisa mengalahkan realita. Saya pikir..

Ketika saya menyadari tentang realita tersebut, saya sangat sedih. Sedih sekali.. Tidak pernah saya sesedih itu.


Dan kini saya tersadar akan satu hal,

Dulu saya begitu naif..

Naif karena seakan-akan impian-impian tersebut akan mudah saya capai. Orang-orang di bangku sekolah dan perkuliahan tidak pernah mengatakan bahwa realita itu eksis dan ia tidak bisa dikalahkan, baik dengan dengan logika maupun perasaan.

Kalau ada yang bilang saya menyerah, mereka salah. Saya tidak menyerah. Saya cuma berhenti bermimpi dan mimpi-mimpi saya yang lama sudah saya “lepaskan”.

Sekian..