Ternyata bukan hanya Negara Indonesia saja yang memblokir Telegram

Foto : andriezone.com

Ramainya kasus teroris yang terus terjadi di Indonesia membuat menkominfo menutup salah satu aplikasi yang sudah banyak penggunanya di Indonesia yaitu Telegram. Pasalnya telegram terbukti menjadi tempat para teroris berkomunikasi. Bahkan, rencana pembunuhan mantan Gubernur DKI Jakarta yaitu Ahok juga, terbukti berkomunikasi melalui aplikasi Telegram.

Salah satu alasan telegram ditutup karena, aplikasi telegram ini memiliki teknologi enkripsi pesan yang sangat tinggi dan sulit untuk diretas. Maka dari itu menkominfo beranggapan bahwa telegram bekerja sama bersama para teroris.

Tapi justru CEO telegram Pavel Durov menentang anggapan tersebut. “Telegram dirancang dengan enkripsi dan privasi ketat, tetapi kami tidak berkawan dengan teroris — justru, setiap bulan kami memblokir ribuan kanal publik terkait ISIS dan mempublikasikan hasilnya di @isiswatch. Kami terus-menerus berupaya untuk lebih efisien dalam mencegah propaganda teroris, dan selalu terbuka menerima gagasan bagaimana agar bisa lebih baik lagi.” Meski sampai saat ini pemerintah hanya memblokir telegram versi web.

Dikutip dari liputan6.com ada beberapa Negara lain selain Indonesia yang juga menutup aplikasi telegram.

1. Cina adalah Negara pertama yang menutup telegram pada tanggal 13 Juli 2015 dengan alasan menghindari serangan Cyber.

2. Disusul oleh negara Arab Saudi tanggal 9 Januari 2016 diblokir karna alasan keamanan. Meski pengguna telegram masih bisa mengakses dengan Virtual Private Network.

3. 17 April 2017 Iran hanya memblokir fitur teleponnya saja. Karena khawatir merebut para pelanggan operator telepon.

4. Bahkan Rusia negara asal CEO telegram tersebut, juga memblokir aplikasi telegram karena diduga menjadi media komunikasi jaringan teroris.

5. Yang terakhir pada tanggal 17 Juli 2017 Indonesia resmi menutup aplikasi telegram berbasis web karena dianggap menjadi tempat berkomunikasinya jaringan teroris. Terbukti 17 kasus teroris di Indonesia berkomunikasi lewat telegram.

Jadi apakah dengan ditutupnya telegram akan menjadi solusi bagi pemerintah untuk memberantas teroris di Indonesia?

Like what you read? Give Nasywa Hanifa a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.