Pengalaman Menjadi Developer Student Clubs Lead

Developer Student Clubs (DSC)

Introduction

Developer Student Clubs Binus with Isfa, Vira, and ka Natalia

Developer Student Clubs Story

Karena saya tertarik untuk membagikan pengalaman yang saya punya di bidang Android App Development ke teman-teman di Binus, maka saya putuskan untuk mendaftarkan diri saya menjadi DSC Lead. Untuk daftar menjadi DSC Lead, kamu diharuskan mempunyai passion yang tinggi untuk berbagai cerita, pengalaman, dan meluangkan waktu untuk membangun Community agar anggota di dalamnya dapat berkembang. Maka dari itu, ketika mendaftar untuk menjadi DSC Lead, kamu harus berkomitmen penuh untuk menjalankan program ini dengan baik dan semangat. Karena program ini diciptakan bukan untuk hanya sementara, namun program ini harus benar-benar dibangun untuk memajukan developer di kampus kamu.

Singkat cerita, setelah saya sudah mendaftar DSC Lead, saya mendapatkan email untuk interview dengan Erica Hanson (Global Lead for Developer Student Clubs Program) dan Aulia Faqih (Developer Training Program Manager). Dalam interview tersebut, saya menceritakan pengalaman saya selama 2 tahun menjadi Android Developer. Selain itu saya juga membagikan cerita saya ketika saya menjadi Fasilitator di Indonesia Android Kejar (IAK) pada saat saya SMK, mendirikan komunitas mini di SMK saya, dan bagaimana saya menciptakan aplikasi dengan 5000+ downloaders. Tentunya interview dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris 😁. Karena, untuk menjadi DSC Lead kamu diharuskan memiliki leadership skill, technical skill (coding), dan kemampuan bahasa Inggris yang aktif.

Seminggu setelah interview, saya diberikan “tantangan" oleh pak Aulia Faqih. Beliau mengatakan bahwa saya harus mengadakan satu kali event DSC dengan minimal 15 partisipan. Setelah mendengar kabar tersebut, saya langsung persiapan untuk mengadakan event di kampus saya. Sebelum saya mengadakan event, untuk dituntut untuk membentuk sebuah Core Team. Core Team merupakan aset paling penting dari DSC, karena Core Team membantu Lead untuk menjalankan event DSC di kampusnya. Core Team biasanya berisikan 3–5 orang.

11 Desember 2017, First DSC Binus Workshop

Setelah saya melakukan pencarian, akhirnya saya menemukan dua Core Team pertama saya. Yaitu Anggi Maisa dan Rio. Anggi dan Rio merupakan salah satu Core Team yang sangat aktif untuk membantu menjalankan DSC Binus agar tetap ramai dan bermanfaat bagi mahasiswa sampai akhir DSC 2019. Mereka berdua, membantu saya dari awal berdirinya DSC hingga tutupnya masa jabatan saya sebagai DSC Lead.

Paling kiri Rio atas, lalu paling kiri bawah Anggi Maisa

Dengan dibantunya mereka berdua, event pertama DSC Binus dapat berjalan dengan sangat lancar. Kegiatan pada event pertama DSC Binus adalah mengadakan codelabs mengenai Simple Validating on Android App. Alhamdulillah event pertama DSC Binus dihadiri oleh 30 mahasiswa. Setelah melalui beberapa proses untuk menjadi DSC Lead, Alhamdulillah pada bulan Desember 2017 saya dinobatkan menjadi DSC Lead Binus University oleh Google.

Perjalanan baru telah dimulai. Dengan menjadi nya DSC Lead, berarti saya harus memenuhi komitmen dan menjaga amanah yang telah diberikan Google kepada saya. Hari berganti hari, event demi event, kami melihat bahwasanya DSC Binus butuh Core Team lebih banyak untuk membuat DSC Binus lebih besar lagi agar mahasiswa Binus dapat bergabung dengan komunitas ini. Maka dari itu, kami membuka lowongan untuk menjadi DSC Binus Core Team. Setelah kami menseleksi beberapa kandidat, hadirlah lima DSC Core Team baru. Yaitu: Aldo, Ando, Jonathan, Thomas, Fernando.

Kami sering berdiskusi bersama untuk menciptakan komunitas yang nyaman dan bermanfaat untuk mahasiswa. Selain itu, kami selalu bekerjasama untuk menghadirkan empat kelas DSC setiap hari Jumat di lab Binus. Kelas yang kami adakan biasanya sharing mengenai Android App Development. Mulai dari “Hello World” hingga Networking Request dan Firebase. Karena target kami adalah untuk menyediakan tempat belajar bagi mahasiswa agar nantinya mahasiswa dapat menciptakan aplikasi solutif yang dapat memecahkan masalah sekitar.

Fernando as a Facilitator & Core Team in DSC Binus

Setelah lebih dari 5 bulan menjadi DSC Lead, Google mengadakan Developer Student Clubs Lead Summit di Bali pada bulan Maret 2018. Pada Summit tersebut kami diberikan training dan pengalaman tentang bagaimana membangun komunitas yang benar, bagaimana menjadi lead yang benar, bagaimana cara mencari ide solutif dari masalah yang ada, dan masih banyak lagi. Acara tersebut dihadiri oleh Googlers dan 60 DSC Lead di seluruh Indonesia. Untuk cerita lebih lengkap mengenai DSC Lead Summit 2018 akan saya posting di artikel yang berbeda.

Selama menjadi DSC Lead, banyak kisah tak terduga yang saya alami. Salah satunya adalah ketika saya sedang mengikuti DSC Lead Summit di Bali dan harus mengadakan workshop Google Summer of Code (GSoC) di Binus. Walaupun saya tidak bisa menangani workshop tersebut, Alhamdulillah acara berjalan dengan sangat lancar karena adanya bantuan dari DSC Binus Core Team, HIMTI (Himpunan Teknik Informatika) Binus, dan fakultas SoCS. Selain itu, acara ini dihadiri oleh lebih dari 400 mahasiswa Binus! Kami sangat senang sekali dengan antusiasme mahasiswa Binus dalam menyambut Googlers dan event² yang Google sediakan. Acara ini dihadiri oleh Erica Hanson (Global Lead for Developer Student Clubs Program), Cat Allman (Program Manager Open Source Outreach), Stephanie Taylor (Program Manager GSoC and Google Code-In) dan mas Putra (KIBAR).

Google Summer of Code Workshop Binus 2018

Setelah pulang dari DSC Lead Summit, Saya harus balik ke kampus saya dan memikir lebih lanjut lagi mengenai "DSC Binus ke depannya". Kami memikirkan bahwasanya banyak mahasiswa Binus yang tertarik untuk bergabung belajar bersama DSC Binus. Maka dari itu kami menambahkan kelas belajar lagi agar mahasiswa banyak yang dapat belajar bersama kami. Mengenai peminjaman ruang lab, Alhamdulillah di Binus tidak terlalu sulit.

Kurikulum yang kami ajarkan kepada member DSC merupakan gabungan dari beberapa kursus online. Hal ini kita lakukan agar materi yang disampaikan sesuai dengan lingkungan mahasiswa Binus. Selain mengadakan kelas belajar mengajar, kami juga membantu Google Developer Group (GDG) dalam mengadakan beberapa event Developer yang mereka adakan.

Chrisando Ryan, Anggi Maisa, Aldo Vernando, and Me — Google I/O Extended 2018

Kami juga kadang mengikuti beberapa event yang Google adakan, seperti Google for Indonesia. Menjadi seorang DSC Lead, membutuhkan koordinasi yang kuat terhadap core team dan member. Menjadi DSC Lead memang sedikit menguras waktu, namun hal itu demi membantu membangun komunitas developer yang canggih sehingga teman-teman di kampus dapat maju bersama.

Terimakasih banyak untuk DSC Core Team Binus, HIMTI Binus, fakultas SoCS Binus, DSC Lead Indonesia, ka Natalia, pak Aulia Faqih, Erica Hanson, Komal, Vaibhavi, teman-teman developer, dan orang yang tidak saya sebutkan. Terimakasih banyak atas bantuannya selama 1 tahun lebih dalam membimbing saya dalam membangun komunitas ini. Semoga komunitas ini tidak putus sampai sini saja. Salam, Naufal Prakoso, DSC Lead Binus 2018-2019.

DSC Binus Core Team 2018–2019

Jika teman-teman memiliki pertanyaan seputar DSC, bisa langsung reply artikel ini. Saat ini, Developer Student Clubs membuka kesempatan bagi kalian yang memiliki passion untuk mengembangkan potensi developer di kampus kamu. Ayo daftarkan diri kamu untuk menjadi DSC Lead di: g.co/dev/dsc