Bingung
Lagi, pagi memaksaku bangun dengan payah
Sekelebat ingatan tentang mimpi-mimpi membuatku muak dan marah
Barang satu dua menit, aku biarkan hembusan dari kipas angin yang sekarat menyentuhku
Membawaku pada lamunan-lamunan tentang lautan dan langit keemasan
Alarm berbunyi. Tepat pukul 07.30. Aku masih khusyuk dalam lamunan
Tiba-tiba aku mendapati diriku terempas di sudut ruangan kelas
Setengah sadar aku mendengarkan dua wanita menjelaskan asul-usul manusia di depan ruangan
Sedikit banyak membosankan, aku hampir tidak peduli
Sinar proyektor menjadi tujuan dari mataku yang kosong
Aku bermimpi tentang dunia cinta
Suara dan riuh perdebatan di ruang kelas samar-samar berubah menjadi semacam dengung tak beraturan, namun menenangkan
Mengantarkan pada ingatan-ingatan dan cita-cita tentang dunia dan keangkuhannya
“Apa maknanya? Sudahkah kamu cari?”
Sekejap aku terbangun, sepenuhnya sadar
Suara samar-samar itu menjadi jernih kembali.
Saat aku sepenuhnya sadar, kudapati seorang pria tengah berdiri menatapku.
Kembali dia ucapkan
“Sudahkah kamu cari?”
Aku hampir kaget dan samasekali bingung
Tetapi dengan pasti aku tahu jawabnya:
“Belum, aku belum mencarinya barang sedikitpun.”
Depok, Ruang Kelas H.101, 6 November 2019
