Transkrip Wawancara Orang Urban #1

NR Indriansyah
Aug 26, 2017 · 1 min read
https://img.okezone.com

“Entah kenapa orang-orang betah naik motor. Ada yang udah manasin motornya jam 5 subuh. Baru pulang lagi ke rumah jam 11 malam. Siangnya dia keliling-keliling, nganter orang kesana kemari. Rupanya memang itu kerjanya.”

“Motor-motor ini terlalu banyak ada di jalanan. Mending kalau tertib. Trotoar itu kasian kan dinaikin sama motor. Alasannya biar lebih gampang selap-selip kalau macet. Eh, malah nyerempet mobil dia.”

“Mobil juga sama saja. Kok tahan gitu ya demi liburan sampe dua jam di jalan. Padahal mending di rumah, nonton bola gitu di TV.”

“Kredit motor sama mobil itu murah sekali. Masa 500 ribu udah bisa bawa pulang motor, kan ga masuk akal.”

“Saya ini tinggalnya jauh, susah pula mau naik angkot atau bus. Kalau bisa pun mahal ongkosnya. Makanya saya naik motor. Mungkin kalau ada transportasi publik yang murah, saya tidak akan naik motor lagi.”

“Aduh, enak sih sekarang sudah pakai Go-Jek ini.”

“Sekarang saya bingung, orang-orang udah sepi yang naik. Pendapatan makin berkurang, pengeluaran makin mahal.”

“Dulu, dari anak-anak sampai orang tua masih mau naik ini (menunjuk delmannya). Sekarang mah, udah canggih dek. Kudanya juga kuda besi, bisa dipanggil-panggil lagi hehehehe.”

“Yah, namanya juga cari uang dek.”

)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade