Jangan Kau Habiskan Malammu Dengan Tidur

Seringkali pada saat seharian beraktivitas kita akan merasa sangat kelelahan dan memilih untuk tidur meskipun ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan malam itu untuk dikumpulkan keesokan harinya. Sebagai mahasiswa politeknik yang berada di Surabaya, kuliah dari pagi dan berakhir di sore hari (petang tepatnya) adalah hal biasa kulakukan jika terlalu padat praktikum pada hari itu dan langsung membuat laporan saat itu juga, maka otomatis malam harinya akan langsung terjun ke kasur. Padahal banyak sekali agenda yang akan dikerjakan pada malam harinya. Termasuk menulis apa saja yang ingin ditulis. Karena ingin sekali rasanya menjadi seorang penulis yang terkenal. Jadi kuputuskan untuk mengatasi permasalahan ini agar hidup menjadi lebih produktif.

Setiap orang memiliki sesosok orang untuk menginspirasinya dalam bertindak. Pada kali ini, tindakanku akan berdasarkan pada satu orang yang oleh penulis ternama diurutkan pada peringkat pertama “orang paling berpengaruh di dunia”. Kalau ada yang terbaik kenapa mencontoh yang nomor dua. Kalau ada panutan yang dapat dicontoh karena sudah mendapat pengakuan dari dunia, kenapa mesti mencotoh orang yang lain?

Kali ini panutanku adalah Muhammad bin Abdullah. Seorang yang menyebarkan agama Islam kepada seluruh dunia. Dan berkat jasanya, nama Islam menjadi terkenal karena diyakini membawa kedamaian kepada setiap pemeluknya. Atas dasar itulah, saat ini Islam adalah agama yang paling banyak dianut di Indonesia.

Aku berpikir kalau kita ingin produktif di malam hari adalah tidak dengan begadang ataupun tidak dengan tidur terlalu awal. Kali ini aku menargetkan untuk tidur hanya 4 jam sehari agar dapat produktif. Apakah mungkin? Ya! mungkin saja. Nabi Muhammad biasa bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan sholat malam atau biasa disebut sholat tahajjud pada pukul 03.00. Jadi, untuk mencontohnya bangun pada pukul 03.00 dan dengan waktu tidur yang ditargetkan yaitu 4 jam sehari, maka aku akan tidur maksimal pada pukul 23.00! Selama malam sebelum tidur itu akan ada 3 jam waktu untuk melakukan sesuatu yang produktif. Aku menargetkan untuk memulai pada pukul 20.00 karena pada saat setelah kuliah sampai jam tersebut, 20.00 digunakan untuk ibadah, membaca buku dan makan. Aku bagi 3 jam itu menjadi 3 bagian. 1 jam pertama untuk mengerjakan tugas kuliah. Apapun tugas itu yang harus dikerjakan, tidak mesti selesai saat itu juga. Dicicil akan menjadi lebih bagus sehingga akan menghilangkan kebiasaan buruk “One Night Service”. 1 jam kedua kugunakan untuk menulis ulang catatan materi yang disampaikan oleh dosen dan membaca ulang atau kalau tidak ada catatan materi yang harus ditulis, maka lebih baik untuk menghafalkan catatan yang telah dicatat sebelumnya. 1 jam berikutnya yaitu akan dibagi lagi menjadi 30 menit. 30 menit pertama untuk menulis artikel 500 perhari yang sedang menjadi goal. 30 menit terakhir adalah untuk belajar bahasa pemrograman HTML & CSS. Karena impianku untuk menjadi seorang web developer. Sebelum tidur, kuusahakan membaca surat Al-Mulk.

Nah, kemudian karena bangun pukul 03.00 untuk melaksanakan ibadah dan kebetulan kalau pagi itu adalah saat-saat yang bagus untuk memasukkan ilmu baru ke dalam otak maka akan kugunakan waktu tersebut untuk belajar mata kuliah hari itu juga sampai sholat subuh. Setelah sholat shubuh, akan kugunakan waktu tersebut untuk belajar bahasa jepang di website Memrise. Mungkin hanya sekitar 15 menit. Setelah itu membaca buku harian dan workout sebelum mandi dan berangkat kuliah.

Mungkin dengan menuliskan hal rinci tersebut dan menjalankannya secara konsisten akan membuatku mendapatkan beberapa ilmu sekaligus dengan waktu yang relatif singkat asalkan dikerjakan secara rutin dan tanpa berhenti sampai tujuan tersebut tercapai. Karena pada dasarnya yang telah diberitahukan oleh Al-Qur’an melalui nabi Muhammad, bahwasannya Allah lebih menyukai kebaikan yang kecil namun dilakukan terus-menerus daripada kebaikan yang sekaligus besar namun hanya dilakukan sekali.