Kenalan Baru Itu Bernama Keinginan
Terdengar ramai di berita bahwasannya di Indonesia, kita bisa melihat galaksi bimasakti atau istilah kerennya milkyway pada malam hari dengan jelas. Milkyway dapat dilihat dalam beberapa hari kedepan di malam hari. Yang jelas milkyway adalah galaksi dimana di dalamnya terdapat sistem tata surya yang meliputi planet-planet. Namun, karena saking jauhnya planet-planet di dalam milkyway, maka yang terlihat dengan mata telanjang dari bumi hanyalah pancaran sinar dari masing-masing planet berupa bintang di mata kita.
Karena penasaran, akhirnya aku mencoba untuk mengatur jadwal untuk melihat galaksi bimasakti. Ketika malam tiba, kuputuskan untuk naik ke atas atap dan melihat galaksinya. Awalnya aku tidak mengerti yang seperti apa milkyway itu. Akhirnya kutanyakan pada seorang teman yang mengerti ini bahwasannya kalau ingin melihat dengan cukup jelas harus dalam kondisi yang benar-benar gelap. Seperti di hutan, yang penting di daerah yang masih alami. Belum ada sinar lampu yang menyebabkan pancaran tcahaya dari bintang tertutupi. Entah kenapa, yang biasanya malas untuk mengetahui sesuatu, karena rasa penasaran yang begitu besar akhirnya kucoba mencari tempat yang benar-benar gelap. Kuputuskan untuk menuju dermaga. Dermaga di sini sangatlah sepi ketika malam hari dan tentunya gelap. Kulihat seorang diri, ternyata memang terlihat walaupun tidak terlalu nampak jelas dengan mata telanjang. Intinya bintang-bintang pada malam itu terlihat lebih banyak di suatu titik yang dimana titik tersebut tempat berkumpulnya planet-planet yang ada di dalam galaksi bimasakti.
Setelah puas mengamatinya, aku jadi terpikirkan sesuatu yang sebetulnya sangat mendasar. Yaitu keinginan mengetahui akan sesuatu. Rasa sesal yang dirasakan, kenapa tidak dari dulu mempunyai rasa penasaran yang sangat besar seperti yang kualami ketika ingin mengetahui seperti apa bentuk galaksi bimasakti itu. Pak habibie, presiden ke-3 Republik Indonesia. Masa kecilnya dihabiskan dengan banyak sekali membaca buku. Alasannya sungguh mengejutkan. Kalau biasanya kebanyakan orang membaca untuk menambah wawasan, sedangkan pak habibie membaca untuk menjawab banyak pertanyaan yang ada di dalam kepalanya. Mungkin terlihat mirip namun menurutku adalah ketika seseorang bertanya-tanya tentang sesuatu dan kemudian berkeinginan membaca buku, hal tersebut akan membwanya semakin bertanya-tanya karena di setiap buku pasti memiliki sesuatu hal yang dapat memunculkan pertanyaan baru daripada membaca untuk menambah wawasan saja yang kedengarannya agak terpaksa.
Banyak orang-orang besar tercipta dari keinginan besar mereka akan sesuatu. Dengan satu perasaan saja yang bernama keinginan, kita dapat menjadi seseorang yang dapat mengubah dunia. Seperti tokoh-tokoh penemu besar yang sudah kita ketahui bersama. Albert Einsten, Ibnu Sina, Thomas Alva Edison, Wrigth Bersaudara, dan masih banyak lagi setumpukan orang-orang yang memiliki keinginan sangat besar akan sesuatu.
Terpukulnya diri ini karena sadar betapa terlalu stagnannya selama ini menjalani hidup. Tidak memiliki keinginan akan sesuatu sehingga hidup terasa berjalan biasa saja. Tanpa tantangan. Pikiran bisa lebih dewasa karena memiliki keinginan. Jika ada keinginan akan sesuatu, maka tantangan dan masalah juga akan setia mengikuti. Semakin besar keinginan, tantangan dan masalah juga akan besar. Tentunya, dengan tantangan dan masalah yang kita hadapi dan kita selesaikan akan menambah kedewasaan kita dalam melihat sesuatu di dunia ini.
Berkeinganlah sebesar mungkin sehingga menjadikanmu seseorang yang dewasa. Karena tua itu suatu kepastian, namun menjadi dewasa adalah sebuah pilihan.