Facebook luncurkan Workplace

Workplace pada dasarnya adalah Facebook, dengan semua fitur-fiturnya, namun digunakan untuk perusahaan. Pengguna akan terhubung dengan teman-teman dan rekan kerja untuk berkomunikasi dengan cara kerja mirip Facebook.

Hal-hal seperti Group,Chat, Live, Reaction, Search, Trending post semuanya juga tersedia dalam Workplace. Sebagai tambahan, perusahaan yang menggunakan Workplace akan mendapat fitur khusus seperti dashboard dengan analisis, integrasi dengan sekali sign-on, serta Multi-Company Grups.

Fitur Multi-Company Groups merupakan ruang yang dapat digunakan oleh para karyawan dari berbagai perusahaan yang berbeda sehingga mereka dapat berkolaborasi lebih baik ketika mengerjakan proyek.

Facebook resmi meluncurkan Workplace, layanan yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook at Work.

Workplace milik Facebook tersebut tidak gratis, kecuali bagi lembaga non-profit atau institusi pendidikan. Namun, Facebook memberikan percobaan gratis selama tiga bulan.

Setelah masa percobaan, Workplace akan dikenakan biaya 3 dolar AS per pengguna per bulan untuk 1.000 pengguna aktif, 2 dolar AS untuk 1.001 hingga 10.000 pengguna, dan 1 dolar AS untuk lebih dari 10.000 pengguna.

GSM Arena melaporkan layanan tersebut telah diuji ke sejumlah perusahaan sejak tahun lalu, dan kini terbuka untuk semua pihak yang ingin bergabung.

Workplace hadir dengan ruang penyimpanan tak terbatas untuk file, foto dan video, jumlah tim dan proyek grup tak terbatas, alat-alat pemantau untuk tim TI, 1:1 dukungan untuk administrasi, kolaborasi antar perusahaan yang dijamin aman, serta integrasi dengan Google G Suite, Okta, OneLogin, Ping dan Windows Azure AD.

Workplace, Facebook Versi Kantoran | PT. Equityworld Futures

Dikutip dari LA Times, Selasa (11/9/2016), Workplace ibarat Facebook versi kantoran yang dibuat secara terpisah untuk membantu penggunanya berjejaring sosial untuk kebutuhan pekerjaan.

Jadi, mereka akan fokus pada kebutuhannya, tanpa terganggu dengan news feed yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, seperti foto-foto liburan teman, bayi atau status Facebook lainnya.

Pengguna bisa membuat profil dan melihat update dari rekan kerja mereka pada news feed. Sama seperti Facebook, Workplace akan menampilkan postingan yang lebih relevan untuk pekerjaan, berdasarkan formula tertentu.

Workplace bebas iklan dan tidak terkoneksi dengan akun Facebook yang sudah ada. Untuk menggunakannya, diharuskan mendaftar sebagai sebuah perusahaan atau organisasi dan membayar biaya per bulannya, berdasarkan jumlah pengguna. Bagi institusi nirlaba dan pendidikan, Facebook menyediakan Workplace versi gratis.

Berjejaring sosial lewat Facebook bisa digunakan di mana saja dan untuk kebutuhan apapun, termasuk untuk urusan pekerjaan. Nah, Facebook kini menyediakan Workplace.

“Perangkat ini ditujukan untuk menghubungkan setiap orang dalam lingkungan kerja, mulai dari para profesional yang bekerja di depan komputer sampai pegawai di lapangan yang tidak memakai email atau komputer,” kata Head of Workplace Facebook, Julien Codorniou.

Adapun fitur yang disediakan Wokrplace kurang lebih sama dengan Facebook, yakni grup percakapan, video call, live video dan news feed. Sedikit perbedaan terlihat pada desainnya. Background Workplace abu-abu, bukan biru seperti Facebook.

Workplace adalah layanan messaging dan social media baru yang berfokus pada kalangan korporasi dan profesional dan bisa digunakan secara internal oleh perusahaan. Pembuatnya menyebut Workplace sebagai versi “Facebook untuk organisasi”.

Facebook mengenakan biaya langganan untuk Workplace berdasarkan jumlah pengguna aktif bulanan di sebuah perusahaan. Angkanya sebesar 3 dollar AS untuk 1.000 pengguna pertama, lalu 2 dollar untuk pengguna ke 1.001–10.000, dan 1 dollar AS untuk jumlah seterusnya.

“Kami melihat bahwa Facebook menghubungkan Anda dengan teman dan keluarga, maka ia juga bisa melakukan hal yang sama dengan rekan kerja,” sebut Facebook dalam perkenalan Workplace, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari laman BBC, Selasa (11/10/2016).

Tampilan Workplace sendiri mirip jejaring sosial utama Facebook, dengan News Feed, Reactions, Trending Post, serta fitur video streaming dan messaging. Pengguna juga bisa berbagi di dalam Group atau melalui layanan chatting.

Fungsinya mirip Yammer, jejaring sosial Microsoft yang bisa digunakan secara internal oleh perusahaan. Juga mirip dengan Slack, sebuah layanan messaging untuk keperluan profesional.

Ke depan, Workplace berencana menambah fitur “shared space” yang memungkinkan pengguna berkolaborasi dengan orang-orang dari perusahaan lain.

Setelah menghabiskan 20 bulan dalam versi closed beta dengan kode “Facebook at Work”, pada Senin (10/10/2016) Facebook meresmikan jejaring sosial baru bernama Workplace.

Workplace tersedia dalam versi desktop dan mobile. Selama masa closed beta, layanan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 1.000 perusahaan, termasuk nama-nama multinasional, seperti Danone dan Starbucks serta organisasi non-profit, misalnya Oxfam.

Sebanyak 100.000 grup disebut sudah diciptakan oleh para pengguna di dalammya, yang bisa mencapai angka ratusan ribu pegawai per perusahaan.


Originally published at nazuli5.livejournal.com.