GrabCar Pakai Algoritma Khusus ‘Ganjil-Genap’

Grab mengumumkan penggunaan tambahan algoritma | PT. Equityworld Futures Cyber 2

Algotitma khusus ini guna mendukung fungsi penyaringan dan pencocokkan plat ganjil-genap dari kendaraan milik mitra pengemudi, sesuai dengan lokasi penjemputan dan tujuan, jam, serta tanggal perjalanan.

Hal ini juga, menurut Bernard, akan mempermudah pekerjaan para mitra pengemudi Grab, karena mereka tidak perlu lagi khawatir mendapatkan pekerjaan menuju area dimana kebijakan ganjil-genap berlaku, ketika tanggal saat itu tidak sesuai dengan nomor plat kendaraan mereka.

Algoritma ini dirancang secara otomatis dan dengan efisien menambahkan serangkaian filter dalam proses alokasi untuk memastikan pengguna GrabCar mendapatkan tumpangan dengan cepat, kapan pun dan dimana pun dibutuhkan.

“Algoritma penyaringan dan pencocokan ini diluncurkan sebagai bentuk dukungan pada upaya pemerintah mengurangi kendaraan pribadi di ibukota pada jam-jam sibuk. Ini akan membantu pengguna Grab memperoleh transportasi yang nyaman dan aman,” jelas Bernard Hosanna, Head of Product untuk Grab Indonesia.

Grab, hari ini mengumumkan penggunaan tambahan algoritma yang dirancang khusus untuk mencocokkan plat ganjil-genap di Jakarta seara real-time. Grab akan mengimplementasikan algoritma khusus ini untuk layanan GrabCar.

Kebijakan pencocokan plat nomor kendaraan ganjil-genap ini membatasi jumlah kendaraan yang memasuki jalan-jalan protokol di Jakarta, dengan hanya memperbolehkan kendaraan dengan pelat genap pada tanggal genap dan sebaliknya. Kebijakan ini berlaku di hari kerja pada pukul 07:00 hingga 10:00 dan pukul 16:00 hinggal 20:00.

“Para penumpang kami tidak lagi perlu khawatir, dan mereka akan dapat dialokasikan dengan mobil dengan nomor kendaraan yang sesuai ketika akan bepergian dari atau menuju area dimana dan ketika kebijakan ini berlaku,” jelas Bernard.

Ikuti Sistem Pelat Mobil Ganjil-Genap, Grab Bikin Algoritma Khusus | PT. Equityworld Futures Cyber 2

Kebijakan sistem ganjil genap ini untuk membatasi jumlah kendaraan yang memasuki jalan-jalan protokol di Jakarta. Kebijakan ini berlaku di hari kerja pada pukul 07:00 hingga 10:00 dan pukul 16:00 hinggal 20:00.

Meskipun di satu sisi menjadi salah satu upaya menekan kemacetan, di sisi lain sistem ganjil genap ini menjadi masalah baru bagi driver yang menjadi mitra layanan pesan kendaraan online. Untuk itu, Grab mengembangkan penggunaan tambahan algoritma yang dirancang khusus untuk mencocokkan pelat ganjil-genap di Jakarta secara real-time.

Perusahaan transportasi online asal Malaysia ini memanfaatkan data monitoring secara real-time untuk memenuhi peningkatan permintaan secara real-time. Juga memanfaatkan data telematika untuk mengurangi mitra pengendara GrabBike yang melebihi batas kecepatan sampai dengan 35 persen.

Bernard Hosanna, Head of Product untuk Grab Indonesia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan tantangan transportasi lokal yang nyata, untuk mewujudkan kebebasan bertransportasi untuk seluruh Asia Tenggara.

“Algoritma penyaringan dan pencocokan ini akan diluncurkan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya-upaya pemerintah dalam mengurangi kendaraan pribadi di ibukota pada jam-jam sibuk, seraya membantu pengguna Grab dalam memperoleh transportasi yang nyaman, aman, dan dapat diandalkan,” ujar Bernard.

Grab akan mengimplementasikan algoritma khusus ini untuk layanan GrabCar, guna mendukung fungsi penyaringan dan pencocokan sistem ganjil genap dari kendaraan milik mitra pengemudi sesuai dengan lokasi penjemputan dan tujuan, jam, serta tanggal perjalanan.

Setelah menghapus peraturan 3 in 1, Pemprov DKI Jakarta mengimplementasikan peraturan baru yaitu sistem ganjil genap untuk mobil pribadi. Pemilik kendaraan tinggal melihat angka paling belakang dan dicocokkan dengan tanggal kalender. Jika tanggal genap, maka hanya pelat nomor polisi genap yang boleh memasuki kawasan tertentu. Begitupun sebaliknya.

Disebutkan, algoritma ini dirancang untuk secara otomatis dan dengan efisien menambahkan serangkaian filter dalam proses alokasi. Hal ini untuk memastikan pengguna GrabCar mendapatkan tumpangan dengan cepat, kapan pun dan dimana pun dibutuhkan.

Bernard lebih jauh lagi menjelaskan bahwa melalui peningkatan terhadap sistem pemesanan kami ini, Grab menunjukkan kapabilitasnya untuk menemukan cara-cara inovatif dalam menyediakan pengalaman yang terbaik dan nyaman untuk para penumpang kami.

Para penumpang akan dapat dialokasikan dengan mobil dengan nomor kendaraan yang sesuai ketika akan bepergian dari atau menuju area di mana dan ketika kebijakan ini berlaku. Hal ini juga akan mempermudah pekerjaan para mitra pengemudi. Mereka tidak perlu lagi khawatir mendapatkan perkerjaan menuju area di mana kebijakan ganjil-genap berlaku, ketika tanggal saat itu tidak sesuai dengan nomor plat kendaraan mereka,” tutup Bernard.

Grab memanfaatkan teknologi, terutama data analytic dan machine learning, agar dapat menghantarkan layanannya dengan memanfaatkan wawasan lokal untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Sebelumnya, Grab juga memanfaatkan wawasan lokal dan teknologi untuk layanan ojek online-nya.

“Algoritma penyaringan dan pencocokan ini akan diluncurkan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya-upaya pemerintah dalam mengurangi kendaraan pribadi di ibukota pada jam-jam sibuk, seraya membantu pengguna Grab dalam memperoleh transportasi yang nyaman, aman, dan dapat diandalkan,” kata Bernard Hosanna, Head of Product untuk Grab Indonesia, melalui pernyataan persnya, Selasa, 11 Oktober 2016.

Sistem ini juga akan mempermudah pekerjaan para mitra pengemudi. “Mereka tidak perlu lagi khawatir mendapatkan perkerjaan menuju area dimana kebijakan ganjil-genap berlaku, ketika tanggal saat itu tidak sesuai dengan nomor plat kendaraan mereka.

Penggunaan alogaritma resmi dipakai terhitung hari ini, Selasa 11 Oktober 2016, sehingga penumpang bisa mendapatkan kebutuhan kendaraan yang memenuhi syarat aturan lalu lintas di wilayah tertentu.

Alogaritma tambahan oleh Grab dirancang khusus untuk mencocokkan plat kendaraan ganjil-genap di Jakarta secara Realtime. Penggunaan alogaritma hanya dipakai Grab pada layanan Grabcar.

Sistem tambahan ini akan melakukan fungsi penyaringan dan pencocokan plat ganjil-genap dari kendaraan milik pengemudi mitra Grab. Alogaritma akan melakukan pencocokan dengan menyesuaikan informasi lokasi penjemputan dan tujuan, jam, serta tanggal perjalanan.

Grab menyatakan alogaritma ini dirancang untuk bekerja secara otomatis dan dengan efisien, menambahkan serangkaian filter dalam proses alokasi untuk memastikan pengguna Grabcar mendapat kendaraan dengan cepat.

“Algoritma baru ini merupakan salah satu bentuk komitmen Grab untuk terus berinvestasi dalam teknologi dan memanfaatkan layanan pemesanan kendaraan untuk menyelesaikan tantangan transportasi, selagi terus mendukung upaya pemerintah,” tambah Bernard.

Bernard menambahkan bahwa kemacetan lalu-lintas merupakan masalah yang berkelanjutan dan diprediksi menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp 35 triliun setiap tahunnya. Pemerintah telah memperlihatkan upaya nyata untuk mengatasi tantangan ini, termasuk melalui kebijakan ganjil-genap yang belum lama ini diberlakukan.

Aplikasi transportasi online, Grab, mengumumkan penggunaan alogaritma khusus untuk pemisahan plat kendaraan ganjil-genap. Penggunaan alogaritma khusus ini digunakan Grab untuk turut mendukung program pemerintah sambil tetap mengatasi kebutuhan transportasi.

Kebijakan plat nomor kendaraan ganjil-genap membatasi jumlah kendaraan yang memasuki jalan-jalan protokol di Jakarta.

Peraturan ini hanya memperbolehkan kendaraan dengan pelat genap pada tanggal genap dan sebaliknya. Kebijakan ini berlaku di hari kerja pada pukul 07:00 hingga 10:00 dan pukul 16:00 hinggal 20:00.

“Para penumpang kami tidak perlu lagi khawatir, dan mereka akan dapat dialokasikan dengan mobil dengan nomor kendaraan yang sesuai ketika akan bepergian dari atau menuju area dimana dan ketika kebijakan ini berlaku.


Originally published at nazuli5.livejournal.com.