Kaspersky Lab Isyaratkan Tingginya Ancaman Cyber Finansial di Kawasan Asia Pasifik

keamanan finansial di dunia maya | PT. Equityworld Futures Pusat

Para ahli dari Kaspersky Lab beserta tamu undangan berdiskusi mengenai ancaman keuangan yang saat ini meningkat secara global dan mulai menembus wilayah APAC.

Director of Global Research & Analysis Team Kaspersky Lab untuk APAC, Vitaly Kamluk mengatakan ancaman keuangan sangat bervariasi mulai dari penipuan online dan Trojan perbankan yang mempengaruhi PC, tablet serta smartphone, hingga ke serangan terhadap organisasi keuangan, ATM dan bahkan pada point-of-sale terminals.

“Berdasarkan analisis statistik, kami melihat bahwa sektor keuangan di negara-negara Asia-Pasifik berkembang pesat, sehingga penjahat siber mengalihkan perhatian mereka demi mencari cara untuk mendapatkan keuntungan dari peluang tersebut.

Karena banyak organisasi dan individu sering lupa pada keamanan ketika mengadopsi teknologi baru, kami percaya bahwa sangat penting untuk selalu mengingatkan prinsip-prinsip keamanan siber yang akan membantu mereka tetap aman,” kata Vitaly Kamluk.

Menurut data Kaspersky Security Network, di kuartal ketiga 2016 0,81% pengguna di Singapura mengalami Trojan perbankan (di kuartal kedua 2016, Singapura berada di 10 besar negara-negara di seluruh dunia dengan persentase pengguna yang mengalami Trojan perbankan (1,6%), diblokir oleh solusi perusahaan (dalam Q3 2015 Singapura menempati tempat kedua dalam 10 besar negara-negara di seluruh dunia dengan persentase pengguna mengalami Trojan perbankan (4,23%).

Berdasarkan Consumer Security Risks Survey 2016, yang dilakukan oleh B2B International dan Kaspersky Lab, menunjukkan bahwa 71% dari responden di Indonesia merasa khawatir terhadap penipuan online perbankan, 48% responden Indonesia mengatakan sering merasa khawatir akan rentannya melakukan transaksi keuangan online.

Sebesar 61% responden Indonesia menyatakan bahwa mereka akan menggunakan pembayaran online lebih sering jika sudah memiliki perlindungan yang handal untuk transaksi keuangan.

Kekhawatiran pengguna terhadap keamanan keuangan dengan baik. Selanjutnya 5% dari pengguna global telah kehilangan uang secara online sebagai akibat dari penipuan, dengan jumlah rata-rata kerugian mencapai US$ 476.

Salah satu topik utama yang dibahas dalam Kaspersky Lab Cyber Security Weekend untuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang berlangsung pada 5–8 Oktober 2016 di Indonesia, adalah keamanan finansial di dunia maya.

“Spam, phishing, Trojan perbankan merupakan ancaman keuangan yang tersebar secara luas. Jadi pengguna harus lebih jeli terhadap halaman web palsu, e-mail tak terduga yang meminta informasi keuangan, serta mengamankan perangkat mobile jika ada transaksi diluar sepengetahuan mereka.

Sementara organisasi perlu secara teratur memeriksa infrastruktur TI mereka, terutama komputer dimana transaksi keuangan dilakukan. Trojan perbankan tetap menjadi salah satu ancaman online yang paling berbahaya.

Mereka sering disebarkan melalui website penipuan atau yang telah dikompromikan dan e-mail spam dan, setelah menginfeksi pengguna kemudian mencuri informasi pribadi mereka, seperti rincian rekening bank, password, atau informasi kartu pembayaran.

Federasi Rusia dan Sri Lanka memiliki jumlah terbesar dari korban (di kuartal kedua 2016 Vietnam dan India memiliki jumlah terbesar dari korban).

Ransomware, Trik Penjahat Cyber Raup Uang | PT. Equityworld Futures Pusat

“Jadi mereka bisa mengambil passion melalui proses sistem dan meminta atau mendapatkan beberapa uang tebusan yang sangat besar kepada perusahaan akibat telah terkena infeksi ransomware dari pelaku penjahat siber,” ungkap Seongsu Park, Senior Security Research & Analysis Team APAC, Kaspersky Lab.

Menurutnya, penjahat cyber bisa masuk ke web server dan menyebarkan ransomware pada perangkat PC. Lalu, penjahat cyber itu mencuri data penting perusahaan.

Kendati begitu, lanjutnya, sudah banyak juga yang sudah memakai beragam solusi terbaik untuk melindungi investasi perusahaan dengan cara ‘interpres solutions ideal’, dan ‘secret solutions’. Menurutnya, ini tantangan besar bagi e-commerce.

Seongsu menyampaikan, dalam kasus pelanggaran perusahaan harus investasi banyak hal salah satunya solusi, pakai solusi keamanan. Solusi sangat umum, maka perlu investasi atau bentuk tim khusus untuk fokus pada keamanan.

“Saya berpikir bahwa Anda dapat menghindari serangan ransomware jika secara cerdas menggunakan internet. Dengan beberapa cara rutin mengganti password yang sangat panjang dan karakter khusus ketika akan membuka situs aplikasi milik kalian secara berkala,” imbuhnya.

“Sebab data breaching hacker bisa mendeskripsi data. Hal ini cukup efisien dan banyak teknikal tools untuk menipu user, dan kita bisa rekomendasikan solusi dari berbagai jenis malware. Ini merupakan solusi terbaik, ketika beroperasi di dunia maya,” sambung dia.

Serangan DDoS “Jadi kita semua tahu dalam bisnis e-commerce kehandalan sistem itu penting. Sebab saat beberapa waktu saja sistem error, maka peluang untuk mendapatkan transaksi bisa hilang.

Misalkan satu jam saja, sistem error, maka hilang kesempatan. Begitu juga saat sistem mati, maka banyak peluang yang tidak bisa kita dapatkan. Jadi ini mungkin untuk diserang,” urai Seongsu.

Ransomware merupakan cara yang dilakukan penjahat cyber untuk memperoleh uang dengan cara menahan data milik pengguna. Bisa menarget melalui perangkat PC, penjahat cyber kemudian bisa meminta uang tebusan.

Dia mengingatkan, bahwa ada hacker group bernama DD4BC, yang biasa pakai DDoS mereka terkenal pakai ini, serang perusahaan, mereka akan meminta uang tebusan jika tak diberikan uang maka akan menyerang dan mematikan sistem.

“Namun sayangnya, beberapa perusahaan masih menganggap ini bukan hal besar, seperti omong kosong dan tidak paham akan sistem keamanan pada keselamatan perusahaan,” keluh Seongsu.

KLCSW 2016: Negara APAC Jadi Target Ransomware dan Serangan Cryptoware | PT. Equityworld Futures Pusat

Saat membuka gelaran ini, Vitaly Kamluk, Director of Global Research & Analysis Team Kaspersky Lab untuk APAC mengatakan, “Kaspersky Lab percaya bahwa pemahaman terhadap serangan komputer sangat penting untuk mencegah insiden tersebut.

Menurut Nicolas Collery, para penjahat cyber pada umumnya mengejar uang, sehingga membuat perbankan dan pelanggan mereka sering menjadi sasaran.

Kami mencurahkan seluruh waktu kami untuk menganalisis, mengelompokkan, dan menyelidiki secara hati-hati serangan yang berkembang secara luas dalam jumlah, keragaman, dan kompleksitas untuk meningkatkan kesadaran pengguna dan membuat dunia ini menjadi tempat yang aman.” tambahnya.

Tak hanya itu, Vitaly juga memperlihatkan data Kaspersky Security Network (KSN), dimana statistik layanan cloud pada Juli — September 2016 menunjukkan bahwrata-rata 49% dari pengguna mengalami insiden keamanan yang berhubungan dengan jaringan lokal dan removable media, dan 17% dari pengguna menghadapi ancaman terkait web, yang berhasil dicegah oleh solusi dari Kaspersky Lab.

Pertumbuhan terbesar dalam jumlah total insiden cyber terdeteksi oleh produk Kaspersky Lab yang terdaftar berada di India (64%), dan penurunan terbesar terjadi di Australia (12%).

Gelaran tahunan Kaspersky Lab Cyber Security Weekend bagi negara Asia Pacific kembali digelar. Bertempat di Bali, Indonesia, acara yang berlangsung tanggal 5–8 Oktober 2016 ini mengumpulkan para profesional dari industri TI dan media dari negara-negara Asia Pasific dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan isu-isu mengenai keamanan cyber, dengan menitikberatkan pada ancaman keuangan yang meningkat secara global di kawasan APAC, yang beresiko tinggi baik terhadap organisasi maupun perseorangan, serta berbagi saran untuk meringankan ancaman tersebut.

Jumlah insiden ransomware yang terdeteksi di APAC melonjak pada bulan Juli dan Agustus dibandingkan dengan bulan Februari dan Maret (114%).

Negara dengan jumlah terbesar infeksi ransomware adalah India, diikuti oleh Vietnam. Menurut Vitaly, peningkatan jumlah insiden ransomware ini mencerminkan tren global. “Peristiwa ini juga menjadi sinyal bahwa kawasan APAC merupakan target ransomware dan serangan cryptoware.” jelas nya.

Selain Vitaly Kamluk, gelaran Kaspersky Lab Cyber Security Weekend bagi negara Asia Pacific juga dihadiri oleh Seongsu Park, Senior Security Researcher di Kaspersky Lab, yang membahas mengenai pelanggaran e-Commerce dan pembelajaran yang bisa diambil dari hal tersebut oleh perusahaan.

Ada pula Ruslan Stoyanov, Head of Computer Incidents Investigation di Kaspersky Lab, yang memberikan wawasan tentang bagaimana penyelidikan keamanan cyber dilakukan.

Topik penting mengenai Systematic Security Assessment disampaikan oleh Anton Bolshakov, Managing Consultant IT Defence Asia; aspek hukum kunci dalam menangani pelanggaran cyber disajikan oleh Lionel Tan, Partner di Rajah & Tann Singapura LLP, sebuah firma hukum yang meliputi wilayah APAC. Nicolas Collery, Information Security Operations Officer di Bank DBS, turut memberikan gambaran tentang kejahatan cyber dari perspektif organisasi keuangan.

“Meskipun kami telah melakukan pekerjaan kami dalam mengamankan perimeter TI dan transaksi dari pihak perbankan, namun pengguna tetap saja menjadi bagian terlemah.

Salah satu tujuan kami adalah untuk membuat mereka memahami informasi dengan baik dan berhati-hati terhadap ancaman yang bervariasi baik itu phishing surat hingga ke Trojan mobile banking.

Equityworld Futures

Like this:

Like Loading…

Related


Originally published at ptequityworldfuturesnews.wordpress.com on October 11, 2016.