I

Memahamimu itu sulit

seperti berbohong kepada diri sendiri:

Aku sudah menenggelamkan ke dalam telaga

dan mencari kesalahanku

Yang setiap kali kau lemparkan jauh.

Ketika luka adalah luka

Yang kelak sama-sama ragu

Yang kelak sama-sama dilupakan

Seperti darah yang mengalir

Sambil menyentuh-nyentuhkan lukamu.

Aku tak lagi mampu melihat cahaya

Atau burung camar dan tinggi cemara

Yang menerjang angin dan dingin

Yang menyimpan jawab

dan membakar beberapa pertanyaan

Yang kelak sama-sama ragu

di dalam sunyiku.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.