Review Ratu Ilmu Hitam (2019): Sebuah Potret Kegilaan yang Dieksekusi dengan Brilian

Sepertinya bulan September hingga November kebanjiran film-film horror dan thriller baik dari luar maupun dalam negeri. Dimulai dari Midsommar, Danur 3: Sunyaruri, Perempuan Tanah Jahanam hingga Lampor, penikmat film di sinema Indonesia tak henti-hentinya 'didatangi' makhluk halus dan disuguhi cipratan darah di layar lebar. Kali ini, Ratu Ilmu Hitam karya kolaborasi Joko Anwar dan Kimo Stamboel datang sebagai penutup Haloween tahun ini, sekaligus menjadi film akhir tahun yang siap memompa adrenalin para penonton dengan adegan-adegannya yang penuh kegilaan.
Sinopsis
Hanif, Jefri, dan Anton diundang untuk bertemu dengan ayah asuhnya yang sedang sakit keras, setelah 25 tahun berpisah dari panti asuhan tempat mereka bertumbuh. Setiap orang dari mereka membawa keluarganya masing-masing, sembari mengenang memori-memori di masa kecil mereka, dari memori paling menyenangkan hingga yang paling kelam.
Sebagai salah satu produser film Rumah Dara (Macabre), Kimo Stamboel diharapkan untuk menyuguhkan aksi-aksi gore yang setidaknya mampu membuat penonton menoleh dan menutup mata mereka. Pada film DreadOut, film adaptasi gim yang ia sutradarai sebelumnya, Kimo tampaknya masih setengah-setengah dalam menyalurkan kesadisan-kesadisan yang merupakan ciri khasnya. Menurut saya, hal ini mungkin dikarenakan tuntutan studio atau pun produser yang ingin mengurangi adegan sadis di DreadOut agar mendapat rating PG-13, yang otomatis mendatangkan lebih banyak penonton remaja. Akan tetapi, pada film Ratu Ilmu Hitam yang memiliki rating R, Kimo akhirnya dapat lebih bebas dalam mengeluarkan ciri khasnya yaitu adegan gore yang membuat bulu kuduk merinding.

Di film kolaborasinya dengan Joko Anwar ini, Kimo tidak tanggung-tanggung mengeluarkan kesadisan yang menjadi kartu trufnya. Sebut saja potong-memotong daging dan cipratan darah di mana-mana. Penggunakan serangga seperti ulat bulu dan kelabang juga sangat membantu memberikan kesan menjijikkan kepada para penonton. Dalam pengalaman saya menonton film ini di bioskop, saya seringkali melihat reaksi para penonton pada adegan-adegan menjijikkan, dan hampir semua dari mereka menutup-nutupi mata dan mulut, menahan rasa mual.
Adegan-adegan sadis penuh darah yang Kimo tampilkan tersebut tentunya tidak akan bisa tercapai tanpa makeup artist dan editor yang piawai. Pada film ini, kru-kru di bagian make-up dan efek CGI telah memberikan usaha terbaik mereka dalam mengartikulasikan fantasi Kimo yang penuh darah, sehingga menghasilkan adegan teror kelas atas dengan efek-efek CGI maupun make-up yang realistik dan mendetail. Meskipun terdapat satu atau dua adegan yang kurang halus editing-nya, hal ini ditutupi adegan-adegan lain yang dieksekusi secara maksimal.

Selain make-up dan efek CGI yang berkualitas tinggi, casting di film ini tidaklah setengah-setengah. Hannah Al Rasyid yang memerankan protagonis di film ini telah memaksimalkan performanya dengan memberikan penampilan yang ekspresif namun tidak berlebihan. Para aktris dewasa lainnya juga telah memberikan usaha maksimalnya dalam memerankan tokohnya masing-masing, sehingga rasa takut dan pilu setiap karakter dapat tersampaikan dengan baik.

Sebaliknya, para aktor yang seharusnya menjadi karakter kunci di skenario film, tidak tampil semaksimal para aktris yang seharusnya menjadi karakter pendamping. Menurut saya, di film ini hanya Ario Bayu sebagai Hanif yang memang seorang lead character yang merupakan karakter pria paling menonjol. Karakter pria selain Hanif terasa datar dan tidak begitu penting dalam cerita di film. Meskipun begitu, saya turut mengapresiasi penampilan aktor cilik Muzakki Ramdhan sebagai Haqi yang berhasil memerankan sesosok anak kecil yang tengil dan ingin tahu.

Di Ratu Ilmu Hitam, tidak lupa pula dengan aktor dan aktris muda yang sedang naik daun, yaitu Adhisty Zara (Zara JKT48) dan Ari Ilham. Tentunya kedua artis muda ini tidak disangka-sangka akan bermain film horor, apalagi film garapan Kimo Stamboel yang lebih gila daripada film horor Indonesia biasanya, mengingat filmografi Zara yang semuanya merupakan film drama seperti Dua Garis Biru dan Keluarga Cemara, serta Ari Ilham yang terkenal dari film adaptasi webtoon yaitu Terlalu Tampan. Meskipun berperan sebagai karakter sampingan, kedua artis muda ini tetap bisa memerankan karakter mereka masing-masing, meskipun belum bisa move on dari penokohan karakter mereka di film-film sebelumnya. Ari dan Zara juga dapat dibilang sebagai 'pemanis' di film ini yang berpotensi menggaet para kawula muda ke dalam suatu pengalaman yang penuh kegilaan di Ratu Ilmu Hitam.
Meskipun Kimo dan para pemeran telah memberikan output yang maksimal, Joko Anwar sebagai penulis cerita Ratu Ilmu Hitam masih perlu banyak mengevaluasi diri. Kekurangan Joko bisa dilihat dari Perempuan Tanah Jahanam yang diakhiri dengan buruk dan antiklimatik, begitu pula Ratu Ilmu Hitam yang berakhir dengan canggung dan membuat bingung, meskipun Joko bisa mengakhiri film ini dengan lebih klimatik dibandingkan film sebelumnya. Joko Anwar memang ahli dalam bagian awal film serta pengenalan karakter yang natural lewat perbincangan tokoh-tokohnya, namun ia masih perlu membenahi caranya mengakhiri sebuah film dengan baik.
Cerita yang disuguhkan sebenarnya lebih sederhana daripada film-film Joko Anwar sebelumnya, akan tetapi terdapat beberapa plothole yang harus dijadikan bahan evaluasi untuk pembuatan film selanjutnya. Joko Anwar memang sudah termasuk penulis film dan sutradara kelas atas di dalam negeri, namun alangkah baiknya Joko membuat cerita yang lebih memorable dan memiliki pesan tersirat yang dalam, sehingga membuat penonton terngiang-ngiang, dan yang didapat dari Ratu Ilmu Hitam bukan hanya teror dari adegan-adegan sadisnya saja.
Akhir kata, film Ratu Ilmu Hitam memberikan pengalaman menonton yang sangat unik dibandingkan film horor Indonesia lainnya. Meskipun memiliki cerita yang tidak begitu dalam, elemen gore dan disturbing yang diberikan Kimo dan para krunya turut meneror penonton tanpa henti dari awal hingga akhir, menjadikan film ini sebuah pengalaman yang unik dan mendebarkan.
Tonton trailer Ratu Ilmu Hitam di sini: https://youtu.be/594PxKASQfg
Judul film: Ratu Ilmu Hitam
Tahun rilis: 2019
Sutradara: Kimo Stamboel
Penulis cerita: Joko Anwar
Durasi: 99 menit
