Emotional Intelligence Adalah Kunci Kesuksesan Seorang Pemimpin

Bagi sebagian besar orang, menjadi pemimpin sukses harus cerdas, ber IQ tinggi, bahkan lulus dengan nilai terbaik dari sebuah universitas terbaik di dunia. Tapi nyatanya, ada hal yang tidak kalah penting dari hal itu.

Ya, menjadi seorang pemimpin dituntut bukan sekedar tahu solusi dari masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan sampai dengan karyawannya. Tapi juga dituntut,untuk bisa mengendalikan smeua ambisi demi mencapai tujuan bersama dalam perusahaan.

Bahkan jika dulunya sebuah perusahaan dikatakan berhasil jika berhasil menjual produk melebihi target yang ia tetapkan sendiri, memiliki pola piker yang terus terbuka dan update dengan perkembangan, juga berani mengambil resiko dalam menjalankan bisnis.

Misalnya saja,

Namun penelitian terbaru membuktikan, bahwa kini menjadi salah satu syarat agar seorang pemimpin di dalam perusahaan dikatakan sukses.

- Sebanyak 20% dari karyawan yang memiliki IQ tertinggi akan mengungguli mereka yang memiliki IQ rata-rata di dalam perusahaan.

- Sedangkan 70% dari karyawan yang memiliki IQ rata-rata nyatanya mampu mengungguli mereka yang memiliki IQ tertinggi

- Sampai pada akhirnya, 90% karyawan terbaik di perusahaan adalah mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi.

Kecerdasan emosional nyatanya menyumbang 58% keberhasila seseorang dalam pekerjaannya. Sejauh ini kecerdasan emosional menjadi predictor atau indicator kesuksesan yang sudah teruji, disamping keterampilan lainnya yang memang dibutuhkan di dunia kerja.

Tapi apa sebenarnya Kecerdasan Emotional itu? Sederhananya seperti ini,

1. Mengenali, memahami dan mengelola emosi diri sendiri

2. Mengenali, memahami dan mempengaruhi emosi orang lain

Di sini ada 5 atribut yang sangat berhubungan dengan kecerdasan emosional:

1. Kesadaran diri

Bagaimana kita mampu memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Ini akan membantu kita untuk mengenal orang lain. Sampai akhirnya kita mampu mempengaruhi dan mengendalikan mereka.

2. Kontrol diri

Kecerdasan emosional dapat membantu melatih emosi dan menahan diri dari emosi negative yang merugikan.

3. Empati

Memiliki empati kepada orang lain akan membantu kita untuk bisa menjalin hubungan baik dengan orang lain. Mulai dari mampu mendengarkan mereka, sampai dengan memahami masalah dan juga memberikan solusi untuk mereka.

4. Motivasi

Motivasi ini akan berpengaruh pada diri Anda sendiri sampai pada lingkungan sekitar Anda.

5. Keterampilan mengendalikan orang lain

Kecerdasan emosional juga akan membantu Anda untuk mengendalikan orang lain. Mulai dari menciptakan suasana positif saat berkomunikasi, sampai mampu mengajak mereka berkolaborasi dengan Anda.

Bahkan kecerdasan emosional bukan hanya saja diperlukan oleh mereka yang akan menjadi pemimpin di suatu perusahaan. Tapi bagi setiap karyawan yang ingin sukses pun juga membutuhkan kecerdasan emosional ini.

Kenapa? Karena….

1. Membantu meningkatkan kinerja menjadi lebih baik

Lebih dari 80% kompetensi seorang karyawan dinilai dari seberapa mampu ia mengendalikan diri dan emosi diri yang ia miliki. Bahkan mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mampu meningkatkan poin dalam pekerjaan dan tentu saja berdampak pada tingkat gaji tahunan.

2. Meningkatkan penjualan bisnis

Lebih dari 500 persahaan, karyawan yang memiliki kecerdasan emosional tinggi akan mengungguli mereka yang memiliki kecerdasan emosional rendah yaitu sebesar 50%. Bahkan penasehat keuangan di salah satu perusahaan di Amerikan menyebutkan, sales yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mampu meningkatkan penjualan sebesar 18,1%.

3. Meningkatkan produktivitas dalam bekerja

Sebanyak 10% dari programmer yang mengikuti survey mampu meningkatkan produktivitas dalam menghasilkan perangkat lunak. Nyatanya mereka memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Bahkan 93% karaywan Motorola mampu meningkatkan produktivitas penjualan mereka setelah menerima training Emotional Intelligence dan mampu memanajemen stress mereka sendiri.

4. Mengurangi retensi yang rendah

Retensi penjualan sebuah perusahaan ditentukan oleh sales yang produktif dan siap bersaing. 67% karyawan yang sudah melalui tahap Emotional Intelligence mampu menghemat biaya sebesar $30 juta.

5. Tempat kerja menjadi lebih positif

Yang terakhir adalah hal yang pasti. Saat sebuah perusahaan dikelilingi oleh karyawan dengan kecerdasan emosional yang tinggi, maka lingkungan yang ada juga akan menjadi positif. Bahkan di sebuah pabrik telah terbukti mampu mengurangi resiko kerja sebesar 50% dan 80% per tahun bahkan mampu meningkatkan sasaran produktivitas sebesar $250.000, karena karyawan memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi.

Nah, bagaimana melakukan evaluasi kecerdasan emosional? Begini caranya…

1. Training vs. Testing

Perusahaan dapat memberikan pelatihan kepada karyawan untuk meningkatkan kecerdasan emosional mereka. Ini adalah investasi yang sangat baik mengingat betapa banyak keuntungan baik dari sisi pengembangan SDM, sampai keuntungan financial sebuah perusahaan.

Perusahaan hanya perlu mengeluarkan biaya untuk mengikuti pelatihan ini bagi karyawan. Bahkan ini pun akan membuat karyawan menjadi lebih loyal, sebab sudah merasa diperhatikan oleh perusahaan.

2. Wawancara kerja

Saat Anda melakukan interview untuk karyawan baru, di sinilah salah satu cara untuk menyaring calon karyawan dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi pula. Anda bisa mengajukan beberapa pertanyaan terkait bagaimana tingkat kecerdasan emosional yang mereka miliki.

Seperti…

a. Coba beri saya contoh bagaimana saat Anda harus menggunakan kreativitas atau imajinasi Anda dalam menyelesaikan masalah dengan pelanggan? (Menguji: Empati, motivasi, dan keterampilan mengendalikan orang lain)

b. Bisa Anda jelaskan, saat Anda gagal mencapai target yang ditetapkan, apa yang akan Anda lakukan? (Menguji: motivasi dan regulasi diri)

c. Tolong ceritakan, saat seseorang mengkritik pekerjaan Anda atau Anda berselisih pendapat. Apa yang akan Anda lakukan?(Menguji: Keterampilan mengendalikan orang lain, regulasi diri)

d. Bisa tolong diceritakan, bagaimana jika suatu saat yang Anda katakana atau lakukan memiliki dampak positif dan negative pada tim Anda. Atau pada klien Anda. Bagaimana caranya Anda tahu akan hal ini?(Menguji: kesadaran diri, regulasi diri, empati, keterampilan mengendalikan orang)

e. Tolong ceritakan, bagaimana Anda menjelaskan sebuah kesalahpahaman di tempat keja Anda?(Menguji: kesadaran diri, motivasi)

Nah, tips di atas membutkikan, bahwa kecerdasan intelegensi saja tidak cukup untuk membuat perusahaan sukses memiliki karyawan dengan kualitas terbaiknya dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Terlebih tidak menjamin seseorang mampu menjadi pemimpin yang bisa mengelola bisnisnya dengan baik.

Kecerdasan emosional memiliki peran yang tidak kalan penting akan hal ini. Bahkan jika kini Anda sedang menjalankan perusahaan, tidak ada kata terlambat untuk memastikan apakah karyawan Anda sudah didukung oleh kecerdasan emosional yang tinggi pula.

Bahkan saat Anda ingin menjadi seorang pemimpin. Baik di dalam tim maupun di dalam sebuah organisasi perusahaan besar.

Lalu bagaimana dengan Anda saat ini?

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.