Kisah Kasih Di Sekolah.

Ah seks, apa itu? Dosa

Ah pendidikan itu kan berbicara mengenai ilmu pengetahuan yang jauh dan sulit dipahami

Seks dan apa yang kita ketahui mengenai tubuh kita sendiri? Selama ini yang kita pelajari di sekolah mengenai seks adalah ‘tabu’. Saking mudahnya menabukan banyak hal sampai tidak sadar telah dibodohi. Niat para pengajar untuk tidak memberi hal hal ‘tabu’ eh malah membuat para muridnya semakin bodoh.

Dulu, ketika masih di bangku sekolah dasar guruku sangat enggan untuk berbicara hal-hal seputar tubuh dan seksualitas, hingga betapa bodohnya sampai aku pun mengira bahwa dengan berpegangan tangan atau ciuman saja langsung bisa HAMIL. Atau, aku pun bingung dengan apa yang harus aku lakukan saat pertama kali menstruasi. Sementara, murid lain mengejek dan guruku pun tak melakukan tindakan apapun untuk membantu. Guruku, hal-hal apa lagi yang kau dustakan kepada murid mu?

Berbicara mengenai seksualitas juga bukan melulu berbicara tentang hubungan badan bukan? Seksualitas juga menyangkut banyak hal diantaranya kesehatan reproduksi, hak seksualitas, otoritas tubuh, body image dan lain sebagainya.

Adakah anak remaja yang tahu mengenai 12 hak kesehatan seksual dan reproduksi mereka? Bahwa remaja mempunyai hak seksual yang telah diakui oleh hukum nasional dan internasional diantaranya mendapatkan informasi dan pendidikan seksualitas, menghormati integritas tubuh, memutuskan untuk aktif seksual atau tidak, hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakukan buruk, hak atas kerahasiaan pribadi dan lain sebagainya.

Mudah sekali bagi para guru untuk mengatakan kepada murid bahwa belajar tentang seksualitas adalah ‘tabu’. Mungkin saja para guru ini pun tak diberikan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi sehingga mereka menerapkan hal yang sama kepada muridnya.

Mengapa di sekolah kita tidak diajarkan tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan saat pertama kali menstruasi dan begitu juga untuk murid laki-laki mereka pun tahu tentang apa dan seperti apa mimpi basah itu? Mengasyikkan bukan bahwa kita berbagi pengalaman tentang tubuh sendiri tanpa adanya ledekan?

Aku pun tak bermaksud melimpahkan semua kesalahan kepada guru, kepala sekolah, guru BK dan semua kroninya. Yaa, menurut ku ini merupakan tanggung jawab sosial kita karena, tidak ingin nantinya punya generasi yang sama bodohnya dengan ku. Jangan lupakan pemerintah yang akan melaksanakan tugasnya untuk memberikan bekal mengenai pendidikan seksualitas.

Itu pun kalau mereka merasa itu penting.

)
    Neny Sembiring Brahmana

    Written by

    berbahagialah nenysembiringb@protonmail.com