Sepanjang hidup aku hanya bisa mengingat tiga tangisan(mu)


saat itu kamu menangis tepat di hari ulang tahunku
yang jumlah nya sama dengan banyak helai uban di kepalaku.dan sebelum sempat aku menanyakan perihalnya kau sudah tersenyum.(perihal uban sengaja aku biarkan semakin banyak supaya kau sulit menghitung jumlah usia ku kelak)

tepat ketika ayahmu yang selalu engkau ceritakan saat kita membicarakan ibumu,meninggalkan mu.
kamu dan aku sering membahas tentang mereka.mungkin kelak berharap saat menua bersama, anak-anak kita berkisah saat kita berkasih dulu. seperti yang sering kita lakukan di jendela saat bulan bermain dengan anak bintang di halaman malam

tak ku tambah dan ingat lagi setelahnya.air matamu jatuh saat petang hangat dalam pelukanku yang dingin.
katamu mataku yang tidak seberapa lebar ini selalu membuat orang orang sedih ketika memandangnya ku tebak bukan itu alasan kau menangis kan.?
mungkin kelak tangisanmu bisa ku seduh sambil mendengarkan beberapa lagu sedih yg seringkali kau putar berulang sambil sesekali matamu menatapku,menitipkan beberapa cerita.
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.