Rencana

Per tahun 2017 ini terhitung sudah 6 tahun lebih saya bersahabat dengan kata ‘rencana’. Belajar hingga mendapat rezeki pun dari membuat rencana. Serta sudah menjadi sebuah pertanyaan umum tentang mengapa seorang perencana kesusahan untuk merencana hidupnya sendiri. Pertanyaan tersebut selalu saya ulang-ulang dengan harapan dengan seringnya dipikirkan kelak akan mendapat secercah jawaban.

Selalu saja ada orang yang menganggap bahwa orang yang paham tahapan membuat rencana bagi khalayak ramai sudah pasti mengaplikasikan tahapan tersebut untuk membuat rencana bagi hidupnya sendiri. Kenyataannya tidak seperti itu. Bekerja membuat rencana dilakukan dengan berbekal data dari tahun ke tahun, bisa diproyeksikan, lalu dimodelkan sehingga terbayang nantinya seperti apa. Sedangkan dalam membuat rencana untuk diri sendiri? Datanya juga mengira-ngira dari tahun ke tahun. Atau mungkin bagi mereka yang tertata bisa berbekal catatan di agendanya dari tahun ke tahun. Setelah itu apa? Proyeksi? Proyeksi juga masih bermodal mengira-ngira. Toh sejauh apa kekuatan manusia untuk bisa memproyeksikan masa depannya secara akurat dan presisi?

Kadang saya berdiskusi mengenai hal ini dengan teman-teman perencana, ternyata sebingung-bingungnya mereka rata-rata tetap membuat rencana makro bagi hidupnya. Setidaknya supaya ada sekelebat bayangan mau melangkah kemana. Walaupun setiap saya tanya bagian implementasi dan evaluasinya bagaimana, seringnya malah dijawab dengan tawa.

Setahun ini pertanyaan yang saya ulang-ulang tentang mengapa seorang perencana kesusahan untuk merencana hidupnya sendiri mulai mendapat secercah jawaban. Tidak bisa disamakan antara membuat rencana dalam konteks pekerjaan dan membuat rencana dalam konteks kehidupan. Banyak hal-hal tak terduga (kadang menyenangkan atau tidak menyenangkan) dalam hidup yang harus dihadapi. Sehingga kejutan dan rintangan yang hadir tidak akan seru bila dijalani dengan berbekal proyeksi rencana yang akurat dan presisi. It’s good to make a plan, but life is way more fun when we expect the unexpected.

Karena merencanakan untuk tidak merencanakan adalah sebenar-benarnya cara menjalani hidup.

Like what you read? Give ngabung a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.