Dia Yang ber-Nama “Sahabat”

Kita tak pernah berkenalan secara langsung, bertatap muka, atau duduk curhat dan nongkrong-nongkrong manis disebuah cafe.

Kita tak pernah saling mencubit, menepuk pundak ataupun bahu dan jalan-jalan mengelilingi kota bersama.

Kita

Kamu dan aku, itu kita; sahabat

Setiap hari yang kita jalani, hingga saat ini hanya bicara dari kata perkata, saling menatap lewat layar kaca, tapi kita selalu bahagia saat bersama.

Ini sudah tahun kedua buat kita dan hubungan ini; persahabatan kamu dan aku.

Selamat buat kita yang udah dua tahunan bersama. Semoga Tuhan mendengarkan doa ku dan kita, mudah-mudahan dipertemukan secepatnya secara nyata.-

Tahun ini, 2017. Tentangmu bagian pertama yang ku tulis dan ku isi pada lembaran putih. Semoga nanti membawa berkah buat kita semua.

Amiiiin


eNyuw™ || 060317 || Nhaenhaa

Like what you read? Give Nhaenhaa™ a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.