Stiker

saya menemui sebuah situasi dimana tidak ada tulisan yang dapat saya hasilkan atau kata-kata yang mampu saya katakan. namun, pada hari itu juga saya tahu bahwa sudah saatnya saya menyampaikan apa yang saya rasakan. walaupun kemahiran saya dalam menyusun kata surut pada hal ini, saya tidak mau kehilangan waktu karena gagal pada hari tersebut. maka ditengah maraknya lalu lalang di kehidupan saya, dengan banyak kata dalam hati dan pikiran saya namun tidak di mulut, saya menyampaikannya dengan cara lain.

pada hari itu, saya mengingat tentang ibu gajah yang baru melahirkan menendang dan membantu kaki anaknya tegak (dengan belalainya) terus menerus dan hanya akan berhenti jika dan hanya jika si bayi akhirnya berhasil berdiri.

pada hari itu, saya mengingat nasihat orang tua saya bahwa tidak mungkin tubuh saya yang mati dapat berada di dalam tanah dengan sendirinya.

pada hari itu, saya mengingat bagaimana ibu menjelaskan mengapa saya harus pergi dari rumah sejak kecil, hal yang memang harus beliau lakukan untuk mengirim saya pergi, dan meminta maaf untuk hal itu juga.

pada hari itu, saya mengingat pohon, rumput, cericit burung-burung, suara tupai, angin, dan jalan setapak yang membelah. juga semut-semut yang sebenarnya tidak saya perhatikan.

pada hari itu, saya mengingat bagaimana saya pergi ke tempat makan ramen terdekat dari kampus untuk kedua kalinya dan memesan es krim vanilla selain ramen dengan novel ayu utami di tangan pada sekitar pukul sembilan belas. mobil, motor, angkot dan moda lainnya bersesakan di jalan, saling berebut ruang. saat saya sampai seorang pramusaji bertanya meja untuk berapa orang? dan saya bilang satu, tersenyum, dan mengambil buku menu. setelah menggunakan waktu yang saya perlukan, saat membayar di kasir, dia bertanya, sendiri aja mbak? saya bilang, iya teh, sambil tertawa.

pada lintasan-lintasan hati saya yang bergema, jari saya mengarahkan kursor pada logo corel draw x6 dan menyimpan ini dalam hati: ada sesuatu yang lebih besar dari terimakasih, lebih dalam dari maaf, lebih luas dari pelukan, dan lebih tinggi dari menghargai.

All that is gold does not glitter, not all those wander are lost, the old that is strong does not wither, deep roots are not reached by the frost — J.R.R Tolkien