Luka ini masih saja menganga...tiap kali pena nya bercerita dengan mempesona tiap kali itu pula guratannya bagai sembilu yang menyayat...
Tak sekalipun terlitas sebelumnya...setelah tak bersamamu akan sesakit ini,kau yang dengan payah menyalakan pendar dihatiku,namun setelah berkobar,kau coba padamkan lagi dengan dinginmu yang menusuk mematahkan tulang-tulang penopang raga...
Tlah ku coba lepaskan genggamanku,membiarkan mu pergi setelah memaksa tuk beranjak meloloskan diri...namun hati ini bagai kaca...tak kan kembali semula setelah retak bahkan remuk...
Namun,mmpukah aku?