Membangun Kota Kepribadian

sumber : vectorgoods.com

Ada banyak macam kepribadian di dunia ini, di antaranya pula beribu macam kombinasi sifat-sifat berkolaborasi demi membentuk banyak jenis manusia. Setiap pribadi, setiap seperangkat kehidupan manusia, setiap lengkuk penghuripan, memiliki masing-masing personalitinya. Selalu berbeda, bahkan meski hanya tak lebih dari sejengkal perbedaannya. Antara raga dan jiwa; hati, nurani, dan perasaan, semuanya bersinergi untuk membentuk satu sistem sebaik yang mereka mampu.

Sumber : freepik.com

Ada sekelompok yang mengedepankan ego, ada sebagian yang meninggalkan logika dan hanya dikendalikan perasaan, sebagiannya lagi malah dibutakan logika dan melenyapkan nurani. Ada yang hanya ingin duduk sendirian di sudut kelas, merebahkan alat tulis di kening, ada yang senang hang out bersama kelompok gengnya, ada yang insecure jika tidak kerap update di media sosialnya, ada pula yang acuh tak acuh menanggapi isu sosial yang sedang hangat dibicarakan, dan tak ketinggalan ada yang memupuk seluruh mimpinya terpendam dalam angan, melangkah sejengkal demi sejengkal demi meraih cita yang semakin menggunung. Ada banyak tabiat yang tak dapat dihilangkan begitu saja dalam diri manusia. Bukan tidak bisa, hanya saja, tergantung dari anugerah dan usaha manusia itu sendiri.

Setiap pribadi memiliki potensi untuk dapat mensugesti pikiran mereka sendiri guna pencapaian kualitas diri menjadi lebih baik atau sebaliknya. Seseorang pada tingkat tertentu bahkan mampu memupuk rasa kepercayaan dirinya meski sedetik sebelumnya ia terjebak dalam kubangan lumpur pesimis. Sebaliknya pula, sugesti positif yang lemah yang mengikat diri seseorang juga mampu mengubah seorang dengan keberanian besar (bukan ketangguhan) malah terperosok dalam rasa rapuh hanya karena sugesti lingkungannya lebih besar dari pada yang dibangunnya secara pribadi. Semua itu tergantung pada kolaborasi seseorang dalam dirinya sendiri, bagaimana ia mengatur kepekaan, logika, rasa, selera, dan aspek lainnya demi membangun sebuah kota karakter yang baik semampu mereka. Butuh waktu, usaha, dan tak luput pula, anugerah dari The Creator, untuk dapat mengupgrade kota kecil kita yang baik menjadi lebih baik.

Tentu untuk meningkatkan kemampuan membangun diri untuk sampai pada tahap selanjutnya atau level berikutnya perlu beberapa syarat yang bervariasi pada setiap satu tubuh manusia. Tuhan menciptakan makhluknya dengan batasan, namun tidak seluruhnya dapat langsung memahami dimana titik batasan mereka. Seseorang dengan kreativitas yang rendah maupun tinggi hendaknya tak menyerah untuk mencoba segala kombinasi rasio dari setiap aspek yang menunjang kehidupan kota dalam perangkat hidupnya demi mengetahui sedikit demi sedikit batasan juga pencapaian-pencapaian mereka. Ada banyak harta karun yang akan kita dapatkan, kejutan-kejutan kecil, serpihan luka, berbagai jenis pengobatan hati, dan jebakan-jebakan yang tak terduga jika kita mencoba mengkombinasi rangkaian prinsip kita. Beberapa orang pada tahap tertentu mungkin tidak akan mengubah lagi prinsip maupun mindset mereka. Tapi, selagi kita mampu melihat kebenaran yang lebih dari yang kita pahami yang bersumber dari lingkungan kita, ada satu atau lebih kesempatan untuk kita mencobanya, kombinasi baru untuk –mungkin- mendapatkan booster.

Lalu apa inti dari semua ini? Bagaimana sebenarnya kota ideal yang bisa kita bangun? Apa saja kuncinya?

Normalnya, manusia memiliki potensi untuk melatih sugesti terhadap diri mereka sendiri, membangun sekumpulan gedung sifat, tabiat, tujuan, dan sebagainya yang akan merangkai sebuah kota kepribadian. Bukan perintah atau sebuah keharusan untuk pergi dari zona nyaman kita, tapi kita butuh untuk mencoba hal yang baru, tool baru, program baru, cara baru agar dapat melihat bagaimana perkembangan diri kita. Yang terpenting adalah bukan bagaimana kita jatuh dan tak dapat bangkit lagi, melainkan bagaimana kita dapat bangkit meski tahu nanti mungkin akan tersandung lagi. Kuncinya ada pada bagaimana kita mengevaluasi segala bentuk kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita menjadi sebuah ramuan obat yang dapat kita teguk di kemudian hari. Ada celah di setiap kebahagian sehingga tak melulu di setiap lonjakan kegembiraan adalah sebuah anugerah. Ada sela di antara kepedihan dan sengsara, sehingga tak melulu pula sebuah tangis dan ringis adalah sebuah bencana dan kegagalan. Just stay humble, dan bersyukur. Segala bentuk rasa mampu bertransformasi menjadi sugesti, begitu pula logika. Cari rasio yang sesuai untuk dirimu sendiri, hingga kamu merasa bahagia di setiap hirup nafasmu.

“Kita dapat bertahan karena suatu alasan, maka temukanlah alasan terbesarmu, dan kamu mampu bertahan di setiap penyerangan terbesar. ”

Nika Lusiyana — Agustus, 2016

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Nika Lusiyana’s story.