Kalau hidup hanya sekedar hidup, babi aja juga hidup

Sabtu, 30 Juli 2016 lalu, selesai sudah tahap 1 dari perjalanan kecil saya dalam dunia per-startup-an. Yap! Tahap Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang saya ikuti di Jakarta kemarin sudah selesai. Sebenarnya bukan satu, dua, atau tiga kali saya ikut acara — acara yang diselenggerakan oleh Kibar terutama yang berbau startup ataupun saya pernah sempat terjun langsung di dalam ekosistem ini. Lalu kenapa baru sekarang berani memulai sendiri? Bukan karena baru memulai sih hahaha. Sama seperti yang lain, saya pernah gagal di fase untuk menuju ke sana. Ujung-ujungnya selalu gagal di fase implementasi.

“Potensi tanpa Aksi itu Impotensi!” — Yansen Kamto

Bisnis-sentris yang tertanam di anak muda terutama buat kalian yang masih berstatus mahasiswa, buang dulu deh pikiran semacam itu KALAU kalian yang katanya kaya ide itu berniatan untuk terjun di tech-entrepreneur atau startup dan sebagainya. Jangan jauh-jauh mikir cash flow atau ntar startupmu dapat duit dari mana. Problem mu loh sudah valid? Yakin itu masalahnya? Kalau kamu aja gabisa definisikan problems, kalian gak bakal menghadirkan solusi yang tepat. Ujung-ujungnya ya buat sampai ke MVP aja gak.

Focus on the problems not solution. Jangan suka mengada-ada masalah

Punya proyeksi kalau ‘gerakan’ atau startup kalian bisa dapat funding ataupun cash flow yang jelas, itu gak salah sama sekali. Tapi sebelum mikir ke sana, pastikan dulu kalau kalian membantu menyelesaikan hal yang tepat sebelum memikirkan solusi yang tepat. Itu baru aja starting di ide loh ya. Mau wujudin mimpi sendiri? Kalian gak bakal bisa jadi one man army buat yang satu ini. Kalau kalian punya ide gak kalian sampaikan ke orang pun. Gak bakal jalan. Punya mimpi besar untuk membuat kehidupan yang lebih baik untuk orang di luar sana sendirian itu gak bakal bisa. Di sini lah kalian­ perlu yang namanya kolaborasi. Baik kolaborasi dengan rekan yang kelak menjadi co-founder kalian. Carilah mereka yang sama-sama ingin membangun mimpi dan jalan yang sama dengan kamu. Mulai diskusi lah dengan calon stakeholder kalian, sampaikan solusi dan cara kalian membenahi permasalah-permasalah itu. Karena dari kolaborasi-kolaborasi ini kalian akan juga turut belajar untuk membuat sebuah inovasi yang hebat. Jangan pernah takut berada pada satu fase di mana kalian akan mikir:

“Kok ide nya udah pernah ada ya?”. Kalau kalian pikir, Google bukan email service yang pertama, Microsoft bukan pemilik PC pertama ataupun Line bukan messaging apps yang pertama, lalu apa yang membuat mereka survive? Karena mereka mampu memberikan inovasi ataupun menyelesaikan masalah yang ada, yang notabene ada produk serupa, namun dengan cara mereka. Ingat, 1 masalah bisa diselesaikan dengan banyak cara. 1 Cara yang sudah ada belum tentu yang terbaik. Jadi jangan pernah takut berinovasi

Dan yang terakhir, yang gak kalah penting, kenapa mau direpotkan sama aktivitas ini?. Karena hidup untuk orang banyak jauh lebih menyenangkan daripada untuk menyenangkan diri sendiri. Kalau hidup hanya sekedar hidup, babi aja juga hidup! Jadilah pembawa manfaat selama kamu hidup. Dan buatlah Startup yang mampu membawa manfaat itu.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Nikolaus Herjuno’s story.