10 Tahun Menjadi Pasanganmu

Tak terasa.. ah bohong kalau aku bilang tak terasa karena memang terasa haha. 10 tahun sudah aku menjadi pasanganmu, wahai lelakiku.

Masa muda sebagai pasangan berseragam putih abu — abu. Istilah kencan kala itu adalah ketika kita makan bersama, ketika kita mengerjakan PR bersama atau saat kita terkadang duduk sebangku di kelas. Hahaha.. kalau ku ingat saat — saat itu, rasanya sedikit tersipu.

Tak banyak kisah yang kita lalui setelah lulus selain history chat, sms dan telepon karena kita memang berjauhan setelah itu. Kamu memilih untuk mengadu nasib di ibukota, sementara aku lebih nyaman bekerja di Surabaya.

Banyak dan percayalah banyaaaaaaakkk sekali hal yang membuat kita berbeda. Namun semuanya serasa tak ada artinya ketika kau pinang aku dengan Bismillah (ciyee…)

Hampir tiga tahun membangun biduk rumah tangga, kita saling mengisi satu sama lain. Seperti kamu cari uang, aku yang habiskan hahaha..

Semoga kita masih diberikan kesehatan dan kebahagiaan untuk tetap menjadi pasangan di tahun — tahun berikutnya. Bersama berusaha menjadi ayah dan bunda yang keren untuk anak — anak kita.

Sayang, aku ingin kamu tahu, aku akan selalu berada di sampingmu, mendukung setiap langkahmu dan mendoakanmu, selalu…

Saranghaeyo,
- Dinda -

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Prihatini Wahyuningtyas’s story.