Games 2 Bunsay IIP #Day6
Belajar Menyusun Menu MPASI
Setelah membaca beberapa referensi, akhirnya saya mencoba untuk menyusun menu MPASI tunggal selama 14 hari. Pemberian menu tunggal saat awal MPASI dimaksudkan untuk melihat apakah si kecil alergi terhadap makanan tertentu. Menurut anjuran dari WHO, sejak awal MPASI sebaiknya bayi dikenalkan kepada beraneka makanan mulai dari karbohidrat, sayuran, buah-buahan, protein hewani dan protein nabati. Tingkat kekentalan yang dianjurkan adalah semi kental, yaitu jika sendok dimiringkan, bubur tidak langsung mengucur, melainkan jatuh perlahan. Porsi yang dianjurkan pada saat awal adalah 2–3 sendok makan, kemudian bertambah secara bertahap. Menu tunggal paling lama diberikan selama 14 hari. Selambat-lambatnya 3 minggu MPASI, bayi harus sudah dikenalkan dengan makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, serat, protein hewani dan protein nabati serta diberi lemak tambahan.
Perlu dikenali makanan-makan yang berserat tinggi agar tidak memicu sembelit. Makanan yang tinggi serat harus dipadu padankan dengan makanan yang rendah serat, buah yang memiliki kandungan air tinggi, protein hewani/nabati, serta selalu ditambahkan lemak tambahan (santan, minyak goreng, unsalted butter, extra virgin olive oil, extra light olive oil, minyak kelapa, minyak sayur, dll). Bahan makanan yang tinggi serat contohnya adalah: pepaya, wortel, oat, mangga, pisang, jagung, kangkung, bayam, buncis, apel, tempe, brokoli, ubi, beras merah, sawi, kentang, labu kuning, singkong, dll. Selama makanan yang diberikan memiliki kombinasi yang baik, selalu diberi ASI, air putih cukup (15ml x BB bayi), maka bayi akan terhindar dari sembelit. Perbanyak porsi protein dan lemak daripada buah dan sayur.

Tabel di atas merupakan tabel latihan membuat menu MPASI pertama saya. Rencananya 14 hari pertama alya akan diajak makan menu tunggal, setelah itu pada minggu ketiga akan diajak untuk makan menu lengkap yang mengandung karbohidrat, protein hewani dan protein nabati, buah, serta sayur.
#tantangan10hari #bunsayiip#melatihkemandirian
