Games 2 Bunsay IIP #Day9

Pelajaran Berharga dari Ayah Alya

nitadewi17
Jul 28, 2017 · 2 min read

Beberapa hari yang lalu, saat kami mengunjungi eyang buyut Alya, beliau memberikan sebuah pertanyaan yang merupakan sebuah petunjuk “Apa Alya bisa tertidur setelah bermain-main sendiri?”. Saya jawab belum karena kenyataannya, Alya masih ‘ngempeng’. Mulai dari titik inilah saya sadar bahwa ada yang salah dalam cara saya menidurkan Alya.

Setelah mencoba mengurangi menyusui dengan posisi tiduran, memperhatikan pelekatan pada payudara, breast compression, dan mengeluarkan puting saat bayi puas menyusu, perlahan-lahan frekuensi mengempeng Alya berkurang. Hehe.. perlu dilatih terus, nih. Namun demikian terkadang saya masih keusulitan menidurkan Alya. Rasanya masih tergoda untuk membiarkan dia “ngempeng” biar cepat tidur.

Nah, saat saya terjebak di antara opsi harus menemani Alya atau menyiapkan makan malam, Ayah Alya menawarkan diri untuk menemani Alya. Dalam waktu sekitar 15–20 menit, Ayah Alya senyum-senyum sambil berkata “Sudah tidur tuh, pules tidurnya”. Saya terheran-heran. Memang Alya baru selesai menyusu, tapi belum kelihatan dia mengantuk, dia masih bugar dan cerewet. Saat saya tanya bagaimana caranya, Ayah Alya hanya menjawab: “Tadi latihan tengkurap, bercanda, latihan miring, terus tiba-tiba dia mengantuk, ya sudah, tidur dia.”

Keesokan harinya, saat saya sibuk dengan sarapan dan bekal ayah ke kantor, Ayah Alya berhasil menidurkan Alya lagi. Ketika saya tanya bagaimana caranya, beliau juga menjawab: “Cuma kuajak bercanda dan main, terus dia tidur sendiri.” Wah… ternyata Alya bisa ditidurkan dengan cara seperti itu, ya?

Setelah itu saya merenung dan evaluasi diri. Apa yang berbeda dari cara saya dan cara Ayah Alya dalam menidurkannya. Yang pertama, saya terkadang merasa terburu-buru dalam menidurkan Alya. Dalam hati saya seringkali berkata hal seperti: “cepat tidur ya, ibu mau setrika” sehingga mungkin membuat saya tidak fokus menidurkan Alya. Anak-anak sensitif sekali, ya? Sedangkan Ayah Alya selalu santai dan fokus dlm menemani Alya, tidak “disambi” memikirkan ini-itu. Yang kedua, saya suka curi-curi mengintip hp saat Alya menyusu. Saat dia mulai terlihat memejamkan mata, saya mulai intip hp. Padahal semestinya saya fokus melihat apa ia sudah puas menyusu atau belum. Jika belum, saya harus memindahkan Alya menyusu ke payudara lain, atau melakukan breast compression. Jika Alya belum kenyang betul, dia akan terus mencari puting walaupun matanya terpejam.

Selain itu, mungkin saya terlalu khawatir dan sedikit berlebihan. Sebenarnya bayi juga perlu waktu untuk bermain sendiri, bukan? Asal lingkungan sekelilingnya aman dan dalam pengawasan, tentu ia bisa saja dibiarkan bermain sendiri sampai tertidur. Banyak yang harus saya perbaiki setelah melihat Ayah Alya menidurkan Alya.

#day9 #level2 #bunsayiip #tantangan10hari #melatihkemandirian

nitadewi17

Written by

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade