Kembali Untuk Pergi: Superglad di Synchronize Fest 2019

Noisebleed
Nov 5 · 3 min read

Sisa lelah hari pertama Synchronize Fest 2019 (4/10) masih cukup kerasa. Gara-gara jempol yang gak henti-hentinya goyang, sing along till ambyarrrr, bersama The Godfather of Broken Heart: Lord Didi Kempot, aku pulang dengan kaki udah geter-geter gak karuan. Alhasil, di hari kedua (5/10) aku pun telat bangun, sebab masih bergoyang dalam fana. Rencana ingin menikmati aksi panggung Hindia untuk pertama kalinya pun harus kandas. Bangun tidur, bilas muka, gosok gigi, evaluashit!

Terlewatkannya Hindia membuatku bergegas menuju lokasi agar dapat melanjutkan ibadah festival dengan lebih khusyu. Ada satu penampil yang benar-benar ingin aku tonton dan nikmati: Superglad. Kenapa? Karena mereka merupakan salah satu band yang sempat mewarnai skena musik kala aku masih bersekolah. Selain itu, ini juga merupakan panggung pertama sang vokalis, Buluk, setelah dua tahun menghilang dalam ‘pencarian jati diri’-nya.

17.00, waktu bagi Superglad untuk beraksi. Masing-masing personel muncul. Akbar, Giok, disusul Aduy (Speak Up) yang mengisi additional guitar, hingga akhirnya Buluk, yang disambut dengan teriakan riuh penonton sebagai tanda kerinduan mereka.

Sepeninggal Dadi, mantan gitaris mereka yang harus disibukkan dunia kerja, Superglad memang lebih memilih untuk memakai additional ketimbang mencari personil baru.

Tanpa basa-basi dan intro kepanjangan ala-ala, Buluk dari atas panggung langsung berteriak, “Akhirnya, setelah dua tahun lamanya. Terimakasih atas support dan doanya. Gue kembali lagi ke jalan setan. Ketika Setan Berteman!” Para penonton pun menyambut dengan gemuruh teriakan “Ketika Setan Berteman!” pada bagian reff.

Nostalgia mengenang lagu-lagu lama semakin membuat penonton terhanyut. Peri Kecil yang disusul dengan Berandalan Ibu Kota dan juga Putar Kembali dibawa dengan pantas selepas kembalinya Buluk.

Untuk membawakan nuansa nostalgia yang lebih kuat, Buluk mengundang Anash (The Brandals) untuk menemaninya di atas panggung. Memori lama antara mereka saat masih bersama di Waiting Room kembali dinaikkan dengan dibawakannya Satu Dunia dan juga Slam Dance.

Single terbaru mereka, Kembali juga dibawakan. Ini merupakan lagu yang mencoba untuk menceritakan kembalinya Buluk ke pangkuan Superglad.

“Ini single untuk menceritakan kembalinya orang gila kayak gue. Terima kasih Giok dan Akbar yang setia nungguin gue, dan supportnya,” ungkap Buluk sebelum menyanyikan Kembali.

Waktu tiba juga pada Satu, lagu yang mengenalkanku pada Superglad. Tanpa diduga, Buluk memanggil Dadi untuk kembali bermain bersama mereka, ala-ala reunion band masa kini. Suasana haru timbul di atas panggung. Bahkan Buluk gak bisa nyembunyiin tangisannya. Real man cry.

Penampilan ini pun menutup aksi panggung Superglad di Synchronize Fest 2019 sekaligus menjadi penampilan terakhir mereka dalam formasi lengkap.

Superglad merupakan akronim dari nama-nama personil mereka. Giok, Lukman ‘Buluk’, Akbar, dan Dadi. Kalo Dadi memutuskan keluar, berarti mereka jadi apa? Supergla? Engga deng, canda. Tetaplah menjadi Superglad dan satukanlah cinta para penikmat kalian! [Noisebleed — words and photos by Karel Fahrurrozi]

Noisebleed

Written by

Collective-based music webzine. Yogyakarta, Indonesia

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade