Merah Putih

merah yang kutahu adalah tangan-tangan menengadah, makanan yang berasap, atau koran-koran yang terlambat. merah tak lagi menawarkan keberanian. ia sudah lelah dan memilih pojok yang lusuh sebagai rumah. dipikirnya akan ada yang menjemputnya suatu hari, namun ia sudah hilang hitung pada hari yang takpasti.

putih yang kutahu adalah wajah sayu dan anak kecil yang habis waktu. putih telah kabur membawa senyum orang-orang yang dititipkan di bawah kasur. ia berencana mampir sebentar ke pojok yang lusuh dan bertualang atau membuat rumah baru dari senyum orang-orang. suci ditinggalkan pada tempat bermula.

keduanya kehilangan arah dan menjelma entah* pada hari yang basah. menyendiri karena lupa diri dan takada jalan yang lebih tepat untuk bersembunyi selain bunuh diri.

*dikutip dari salah satu puisi aan mansyur

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.