Tentang Laki-laki dan Perempuan-perempuan
kabut menghampiri ingatan laki-laki yang
kerap duduk di bawah pohon membunuh sepi pada
hari-hari senja yang serupa
usia
ia lupa pada seorang kawan di rumah dan
lupa kapan terakhir kali ia merasa tak perlu
menyeret langkah untuk
bersahabat dengan bunyi dan asap kendaraan
waktu boleh jadi mengaburkan imaji
masa lalu jadi hitam putih
namun ia tak pernah lupa pada perempuan
yang masih bisa ia sebut namanya sejelas hari
mungkin.
kabut tidak menghampiri ingatan perempuan yang
kerap duduk di dekat jendela mencari sepi pada
hari-hari riuh yang serupa
pasar
ia tidak lupa pada seorang kawan di rumah sebab
ia tidak punya kawan
, kecuali dirinya sendiri dengan
kepala yang gaduh
imaji masa depannya
mengabur jadi hitam putih
namun ia selalu ingat pada laki-laki
yang namanya tak pernah lagi ia sebut
mungkin.
kabut juga tidak menghampiri ingatan perempuan yang
kerap duduk di dalam rumah menemani sepi
dengan rasa dan kata yang tak dapat ia
eja
kawannya ada tapi tidak ada
sehingga ia lupa apakah
sebenarnya ia punya
kawan atau tidak
ia tidak pernah lupa
imajinya tidak kabur
juga tak ada ruang untuk mengubur
ia tak sebut nama siapa-siapa