Mengunci Ingatan

Datanglah. Sebab, pelukan dan kecupan berderet setara di rentang lenganku.

Pulanglah. Sendiri tidak pernah sepi. Justru aku terlalu sering merasakanmu di pikiranku.

Datanglah. Sajak sajak dan rinai hujan di pekarangan merindukan dekapmu.

Pulanglah. Biarkan kita mengontak memori masing masing.