Noviany Suryani
Sep 2, 2018 · 1 min read

Selamat malam, kamu.

Kamu tahu? Sejak situs personal blog favoritku diblokir, aku sudah lama tidak punya tempat umum yang bisa aku pakai curhat. Tapi sebenarnya, jauh sebelum situs itu diblokir, akupun sudah tidak pernah curhat di depan umum.

Mau kuberi satu rahasia? Aku sudah tidak menaruh perasaan padamu.

Mau tahu rahasia lain? Kupikir itu hanya pikiranku saja.

Sejak aku berpikir aku sudah tidak punya perasaan apa-apa padamu, aku mulai berhenti menulis. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku merasa tidak punya sesuatu untuk aku curahkan dan ceritakan. Karena selama ini, semua tulisanku adalah tentangmu. Kamu pun tahu itu.

Tahu gak? Buatku itu mengerikan.

Membayangkan bahwa seluruh hidupku ada ditanganmu mengerikan. Membayangkan bahwa kamu punya kendali atas aku dan masa depanku mengerikan. Membayangkan bahwa kalau aku kehilangan kamu maka aku kehilangan segalanya, mengerikan.

Menggantungkan hidup pada sumber kekecewaan manusia — yaitu manusia lainnya — sangat mengerikan.

Tulisan sebelum ini kumaksudkan hanya untuk menyapa Medium sebagai tempat curhatku yang baru. Tapi aku tetap menyertakanmu disana.


Tahu gak? Menurutku, kamu harusnya sama ngerinya denganku.

Membayangkan bahwa ada seorang perempuan yang kehidupannya bergantung padamu. Membayangkan bahwa kau mampu dengan mudahnya menghancurkan hidup seseorang. Membayangkan bahwa ada seorang gila yang tergila-gila padamu.

Kamu harusnya sama ngerinya denganku.

    Written by

    Master of insecurities.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade