TIDURMU SANGAT CEPAT, BANGUNMU SANGAT LAMBAT, KAWAN!!

Harimu Tak Lagi Produktif, Kawan!

Beberapa hari ini ada yang berubah pasca kunjungan lapangamu dan pasca tidur dihamparan kasur empuk itu. Ku lihat waktu tidurmu sangatlah cepat dan bangunmu pun lebih lambat.

Dimana sebelumnya, kau mampu tidur lebih larut bahkan sampai lewat tengah malam dan terbangun sebelum jarum jam menunjukkan angka jam 3.

Dimana sebelumnya, bila pun tertidur pada jam 9 kau mampu bangun pada pukul 1.

Tapi kini, sebelum pukul 9 kau sudah mengantuk bahkan hampir hampir tak mampu lagi berwudhu sebelum tidur. Setengah sadar ketika mengambil cangkir dan menuang air, membuat tak lagi bisa membedakan mana warna merah dan mana warna biru mesin dispenser hingga membuatmu terkejut ketika meneguk air panas.

Lembar buku-bukumu tak lagi kau buka. Mereka menumpuk dan terlihat baru. Tak ada lagi lipatan seperti buku-buku kisah itu yang mampu kau santap layaknya seperti makanan.

Kerjaanmu menumpuk hingga kau bingung apa yang harus kau kerjakan terlebih dahulu. Menggambar, desain, menulis, atau membaca referensi tambahan.

Mushaf yang selalu kau bawa di dalam tas bahkan hampir hampir tak lagi kau baca di setiap hari. Padahal matamu dahulu sanggup membacanya satu Juz setiap hari. Menghafal dan mengulangnya dengan waktu yang kau sediakan.

Apa yang terjadi Kawan!

Apakah karena kau berlelah saat bekerja ?

Aku rasa tidak, kau sudah dipenuhi medan terjal sebelum ini. Kau sudah terbiasa dengan segala rintangan yang membelenggu saat mengikuti studi formal. Dan saat itu kau juga sudah bekerja, bahkan aktif di banyak forum sehingga siapa pun kenal.

Apakah karena kasur empuk yang kini telah menjadi sandaranmu ? Apakah benar, hingga kau ingin lebih cepat bersamanya dan berlama dengannya?

Sekali lagi tidak, aku rasa tidak. Ia takkan mampu mengubahmu. Aku kenal kau sudah lama kawan. Aku lihat kau telah tega, sangat tega, menolak satu per satu banyak tawaran-tawaran yang menggiurkan untuk merubah jalan hidupmu..

Kau telah tanamkan dalam-dalam dalam dirimu, uang dan kekuasaan bukanlah segalanya. Karena mereka takkan mampu membeli segalanya..

Kembalilah kawan, kembalilah!

Kau yang pernah katakan, bahwa kau ingin membawa perubahan…

Kau mesti terus bergerak!

Kau mesti terus belajar!

Banyak orang yang menunggu suara dan tanganmu!

Banyak hal yang belum kau pelajari, banyak hal yang belum kau siapkan..

Banyak hal, banyak hal..

Hancurkan peradaban kelam dan bawa perubahan untuk meraih kemuliaan!

Bangunkanlah umat yang sudah sangat lama tidur terlelap. Bangunkanlah peradaban itu,peradaban yang pernah dibangun Nabimu, yakni peradaban Islam!

Untuk diriku, dirimu, ayah, ibu, adikmu, dan seluruh umat manusia.

Tidurlah lebih lambat, Bangunlah lebih cepat!

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade