LOVE TRIP

Pernahkah kau tau kemana cinta membawamu ?

Pernahkah kau bertanya kemana cinta akan berujung ?

Mungkin analogi ini akan sedikit membantu.

Mencintai ibarat berarung jeram berdua. Awalnya semua akan seperti film action dimana perjalanan hulu sungai sungguh mendebarkan. Arus yang deras dan tak menentu seperti kejutan ditiap bagiannya. Pemandangan sekitar kita abaikan, kita hanya fokus pada perjalanan dan kerjasama yang terjalin antara kita. Komitmen untuk bersama menjadi modal kita mengayuh. Dimana improvisasi menjadi candu agar gerakan kita seirama. Sungguh setiap detiknya bagaikan sesuatu yang baru untuk kita berdua.

Perlahan ditengah perjalanan, sungai tak lagi semeriah hulu. Arus sungai mulai berpencar di percabangannya. Perjalanan yang dahulu film action berubah menjadi film drama yang mulai melunak. Kita telah menemukan ritme gerakan bersama, hingga beberapa arus kejutan sungai dapat diatasi dengan baik. Kita mulai melihat sekitar, dan yakin telah jauh menjelajah bersama. Tapi tak betul-betul yakin karna tak ada sungai yang berhenti mengalir hingga sampai ke lautan.

Sesampainya di laut yang tenang dan dalam, kita tak perlu lagi mendayung. Tak perlu lagi upaya berlebih untuk mengatasi kejutan. Film drama kini menjadi dokumenter. Tak ada lagi kejutan kecuali ombak kecil di tengah lautan. Sungguh berlayar betul-betul membosankan. Tapi tak ada manusia yang berlayar jauh dengan arung jeram bukan ? Hal yang kita lakukan karena percaya akan kebersamaan.

Mencintai ibarat berarung jeram. Dimana, mulanya akan terasa seram. Membuat nyalimu perlahan benderam. Tapi kau tetap tegak pada apa yang kau genggam. Demi untuk merasakan tentram. Kita yang dulu awam. Kini mulai selaras temaram. Kejutan pun mulai meredam. Ditengah laut kita hanya bisa menggumam. Takut akan tenggelam di tengah laut yang dalam. Tapi jangan bosan dan muram. Tak ada pasangan kecuali kita yang berani berlayar dengan arum jeram.

Dari sebuah perubahan-perubahan dalam bersama. Tak perlu betul-betul sama, yang penting perasaan tetap sama. Untuk kita yang masih bersama.

Like what you read? Give Novry Saputra a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.