Patrick Geddes, Father of Modern Town Planning

Naretta Veronica
15417121

Naretta Veronica
Sep 3, 2018 · 2 min read

Berbicara tentang tokoh planologi dunia, jujur saja tidak banyak yang saya ketahui. Tidak perlu jauh ke tokoh, planologi itu sendiri pun terkadang masih samar bagi saya yang belum genap satu bulan berstatus sebagai mahasiswa jurusan. Kesadaran diri inilah yang kemudian membawa saya kembali ke masa TPB silam, masa di mana saya dikenalkan pada planologi melalui mata kuliah Dasar Perencanaan dan Perancangan. Kala itu, dosen mata kuliah tersebut kerapkali mengagungkan satu nama, Patrick Geddes.

Dosen saya dalam pemaparan materinya seringkali menyampaikan bahwa Patrick Geddes yang disebut “father of modern town planning”, sejatinya bukan seorang planner yang mendapat ilmu terkait planologi melalui pendidikan formal. Patrick Geddes seseungguhnya merupakan ahli biologi, ahli sosiologi dan juga ahli geografi. Patrick Geddes yang lahir di Ballater, suatu burgh di selatan Aberdeenshire, Skotlandia, merupakan seorang countryman yang mempunyai kedekatan mendalam dan empati terhadap lingkungan. Tidak mengherankan, tumbuh kembangnya memang dekat dengan alam. Geddes kerap menyatakan bahwa ayahnya merupakan guru pertama dan guru terbaiknya. Beliau mengajarkan pendidikan terbaik tentang kehidupan khususnya melalui alam yakni dengan cara merawat kebun.

Kedekatannya dengan alam pada akhirnya menjadi salah satu basis kerangka pemikiran Geddes terkait ilmu planning. Misi Geddes ialah meramalkan kehidupan masa mendatang dan memastikan ada kemajuan kualitas hidup bagi semua orang. Dalam mencapai tujuan tersebut, salah satu tantangan, baik untuk kondisi saat ini maupun di masa mendatang, adalah hubungan antara manusia dengan lingkungan alamnya. Tantangan ini bukan hanya dalam cakupan regional namun juga menyeluruh hingga konteks global.

Bagi Geddes, pengetahuan tentang alam dan ilmu-ilmu fisik sangat potensial dalam menjaga keseimbangan antara lingkungan alam dan masyarakat. Permasalahannya ialah bagaimana cara memotivasi masyarakat untuk menentukan pilihan tepat tatkala menggunakan sumber daya. Geddes meyakini bahwa perkara ini merupakan perkara budaya dan juga moral. Oleh sebab itu, keseluruhan metode pendekatan yang dilakukan Geddes dapat didefinisikan lewat satu kata yakni budaya. Menurut Geddes, interaksi antara budaya masyarakat dan lingkungan spasial merupakan aspek yang sangat menentukan kualitas hidup manusia.

Dalam ilmu planning, Geddes tak hanya menjadi pionir dalam mengedepankan pendekatan sosial dan budaya, namun juga menjadi pionir bahwa sesungguhnya kota harus dipelajari dalam konteks wilayah. Wilayah merupakan aspek yang sangat sentral bagi Geddes. Melalui konteks wilayah, proses urbanisasi dianalisis guna kembali ke tujuannya sejak semula yakni meningkatkan kualitas hidup.

Hal yang cukup menarik dari Geddes ialah kegemarannya untuk menguji ide-ide yang diajukan dirinya sendiri melalui personal debate. Ide-ide Geddes pada akhirnya banyak dituangkan dalam buku, artikel, hingga pamflet yang dikerjakan bersama penulis lainnya. Sayangnya, segala bentuk publikasi tersebut terbilang berkualitas rendah mengingat kesibukan Geddes dengan planning work. Tidak hanya itu, tulisan Geddes kebanyakan sulit dimengerti karena gagasan yang ia sampaikan merupakan hal yang sangat baru dan berbeda. Terlebih, ia menciptakan metodologi tersendiri yang sulit dipahami melalui tulisan. Gagasan Geddes hanya dapat dipahami secara utuh melalui penyampaiannya kepada para korespondennya.

Referensi:
Meller, H. (2005). Patrick Geddes: Social evolutionist and city planner. Routledge.
Munshi, I. (2000). Patrick Geddes: Sociologist, environmentalist and town planner. Economic and political weekly, 485–491.

    Naretta Veronica

    Written by

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade