MENULIS
Menulis adalah kebutuhan, kata yang senang menulis. Tapi bagiku, menulis baru sampai ke tahap pengusir rasa gundah, sama derajatnya dengan berdiskusi, bercerita, bercengkrama dan ngobrol ngaler ngidul.
Jujur saja, kalau untuk menulis sesuatu yang “worthed” sepertinya Aku belum bisa sampai ke tahap itu, karena sepertinya banyak sekali yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan. Sedangkan buatku, asiknya menulis ya mengalir saja, tanpa beban dan tanpa tuntutan.
Ya, dengan kekuatan kata seadanya, yang terhimpun dalam tiga paragraf pembuka dalam tulisan pertamaku yang sangat klise (karena sudah banyak tulisan sejenis curhat semacam) ini, izinkan aku untuk menyelesaikan tulisan ini. Sekian