Dan Akhirnya, kebencianku padam

Hujan sore tadi telah memadamkan kebencianku sekaligus rinduku.

Kini, kau menjadi wajah-wajah asing yang dulu pernah teramat dekat denganku, sepasang mata indah bak biji kelengkeng pernah teramat dekat dan ku pandang lekat-lekat. Bukankah tadi kau juga mendengarnya kasih? Kasih yang tak pernah berujung kisah. Mendengar suara hujan mengguyur bunga akasia didepan penginapan? Mendengar suara hujan bermain dengan bunga Kamboja yang tak ingin berlama-lama tinggal? Yeah, saat itu juga dia turut memadamkan kebencianku, kebencian yang aku rawat hanya untuk membuatmu berlama-lama tinggal. Sengaja aku membiarkannya mengerak di tubuh layu ini. setidaknya, masih ada yang aku rasakan, meski itu sebuah kebencian. Tapi kini kau tak usah takut, dia telah pergi bersama rindu yang ku pikir juga sia-sia.

Meeda

07 November 2018