Di jalanan Sanata Dharma, Aku Pernah Memejamkan Mata
Ada yang tak berbunyi, di lorong putih matamu
Ada yang berucap di sela merah dadamu
Sudahlah, abaikan itu semua
Lihatlah, bunga kemuning telah gugur di jalanan Sanata Dharma
Baunya semerbak, seperti harum tubuhmu yang menempel pada langit langit indra penciumanku
Langit sore seperti sebuah mata pisau yang tajam, dia menorehkan kebahagiaan, serupa hujan yang dinanti banyak orang
Pada alam yang tak pernah menghujam
Pada daun yang kian lebam dan terpendam
Aku ingin mengatakan. Inilah aku, yang tak pernah berdiam
inilah aku yang hanya pada dirimu saja aku memejam
2 nov 19
