Semuanya diam dengan dirinya masing-masing
Ada yang berkata “Aduh, aku belum mengerjakan tugas” ah tugas atau bentuk lain dari beban
Ada yang diam membaca dirinya sendiri, terdiam, ter-diam, dan ter-diam-kan
Ada yang sibuk berkata “aku ingin kaya, kaya, apapun” sampai lupa hati pun bisa kaya
Ada yang berkata “Tak ada yang lebih abadi daripada cinta” cinta pada dirinya sendiri saja belum paripurna
“Dan tentang Tuhan dan semesta, ada bagian-bagiannya” tak ada yang bertanya, hanya berbicara saja
Dan terakhir, ada yang tertawa, lalu menangis, mengapa semua terdiam dan bersedih akan kehidupan? Bukankan hari ini kita untuk bahagia? Jika tidak? Lalu untuk apa Tuhan menciptakan kebahagiaan? Jika bukan untuk di nikmati?
8 November 2019
