Gujes — Gujes Yogyakarta

Pasar Senen — Lempuyangan memang gerbang menuju sejuta kenangan. Bahagianya saat itu bisa merindu dalam degub gujes-gujes Jakarta-Jogja pada Jumat malam. Dan ku luputkan dia dengan sengaja berada dalam dekap perjalanan. Kemudian lahirlah dua insan yang saling memanifestasikan cintanya.


Ini adalah trip yang sebenarnya bukan trip, karena adanya urgensi yang tak bisa di sekip. Trip ini terkesan memaksa, karena sesudahnya kami sedikit tersiksa. Trip ini mengisahkan sedu sedan manusia-manusia didalamnya. Trip ini menumbuhkan rasa cinta yang meradang. rasa rindu yang tertuang. Trip ini juga yang mempertemukan manusia satu dengan manusia lainnya, yang dulu dan yang sekarang. Trip ini menurut ku, cikal bakal trip-trip selanjutnya bersama dia.

Ya, aku punya dia sekarang,

yang ternyata hampir pensiun jadi petualang. Haah! tidak boleh sayang! jangan dulu, aku masih mau. Berjalan berdua, menjamah keindahan semesta. Walaupun bahagia, trip ini juga meruahkan banyak air mata. Karena absolutnya sebuah kebahagiaan adalah kesedihan. Tapi tak apa, karena katanya,

“Selalu ada pelajaran dalam setiap perjalanan. Termasuk mengenalmu jauh lebih dalam”

Terimakasih Tuhan,

Terimakasih Kota Istimewa,

Terimakasih kamu,

dan

Terimakasih aku.