
SATU JALAN (PINTAS) UNTUK SAMPAI PADA PIALA DUNIA
Siang hari pada kamis tanggal 24 Oktober 2019 Official Akun Instagram Federasi tersayang pecinta bola Indonesia membawa berita hangat dari Shanghai, China. Tak ketinggalan Ibu Ratu Sekjen pun memuat berita demikian pada akun Instagram nya, sontak menjadi pemberitaan hangat di sosial media sampai acara gosip layar televisi. Yap, INDONESIA ikut PIALA DUNIA, suatu cita-cita, harapan, mimpi para pecinta si kulit bundar tanah air, walaupun bukan pada level Senior, melainkan para pemuda harapan bangsa alias, U20.
Jauh sebelum FIFA mengumumkan hasil Indonesia terpilih sebagai tuan rumah pagelaran Piala Dunia, terpantau pada akun sosial media Ibu Ratu Sekjen banyak memposting kegiatan ihwal proses bidding FIFA U20 World Cup 2021. Dewi fortuna sepertinya memihak pada Indonesia, pasalnya negara tetangga seperti, Thailand dan Myanmar mundur dari proses Bidding FIFA U20, lalu disusul Brazil yang menarik diri untuk mundur, tinggal dua calon, yakni Indonesia dan juga Peru. Seperti di lansir pada Tirto.com media officer Timnas Indonesia membenarkan Indonesia terpilih sebagai tuan rumah, auto ke putaran final.
Sekarang tinggal menunggu hari itu tiba, melalui jalan (pintas) bangsa Indonesia dapat menyaksikan Garuda kebanggaan nya berlaga pada pagelaran tertinggi Piala Dunia. Sebuah pertanyaan terlontar, apa kita mesti melalui jalan (pintas) untuk sampai pada Piala Dunia? Jika penulis dipersilahkan untuk menjawab, mungkin jawaban nya adalah “ ya mau lewat mana lagi?” melihat kondisi Timnas level senior yang tak mampu menang sekalipun pada Qualifikasi Piala Dunia 2022 sekalipun melawan Negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Belum lagi federasi kesayangan yang selalu membuat geregetan dan masih bobrok sampai sekarang, jadwal Liga yang mudah berubah ditengah jalan, regulasi yang terkadang tak di taati, dan mungkin masih banyak lagi.
Namun seperti penggalan lirik lagu Raisa “Mau dikatakan apalagi” seburuk-buruknya Federasi, sejelek-jeleknya Timnas bermain, bangsa ini adalah bangsa penggila olahraga Sepakbola. Mungkin jarang ditemukan dibelahan dunia, ketika timnas level Junior bermain Stadion terisi dengan penuh, itu hanya terjadi di Indonesia. Menurut hemat saya, jika Inggris adalah Negara Sepakbola, Indonesia adalah Negara Supporter Sepakbola. Bisa dilihat animo masyarakat mulai dari kemunculan generasi Evan Dimas cs dan yang baru-baru ini si kembar Bagas-Bagus yang akan membela Timnas U20 di ajang Piala Dunia U20.
Jika memang semua susuai rencana, harapan itu ada pada Coach Fahri Husaini sebagai allenatore Bagas-Bagus cs. Harapan semoga generasi si kembar Bagas-Bagus tidak seperti generasi Evan Dimas cs yang didalam buku berjudul “SEPAKBOLA THE INDONESIA WAY OF LIFE” dijadikan sirkus antarkota sampai pedalaman Nusantara yang melelahkan dengan moda transportasi Bus. Harapan akan lahirnya bintang-bintang masa depan seperti para alumnus-alumnus FIFA WORLD CUP U20, hingga pada massa nya Sang Garuda mampu terbang tinggi tanpa melewati jalan (pintas).

Kini, pecinta sepakbola tanah air berharap agar Federasi tersayang serta Pemerintah, dan instansi-instansi terkait dapat bersinergi untuk terselenggaranya FIFA WORLD CUP U20 2021. Tidak muluk-muluk, dapat menyaksikan Garuda melawan Timnas Italia di Curva Selatan maupun Utara adalah hal yang menyenangkan!

