Aku Ingin Ke Jatinangor 20 Tahun Lagi

Lebih tepatnya, ITB Jatinangor

mencari kamu? dia? apakah dia seseorang? atau sesehewan?

jalan dua tahun berada di kampus ini, aku merasa tenang. diam di kamar asrama, memandangi awan dari celah jendela, bermain voli di GSG tak berpunya, atau bahkan berjalan sore di jogging track hingga adzan maghrib tiba, sendiri atau bersama-sama, membuatmu seperti berada di Meikart*.

di kampus yang jauh lebih luas dari kampus tetuanya di Ganesha ini, akan membuat peluangmu bertemu tumbuhan lebih tinggi dibandingkan bertemu manusia. meski detik ini, kamu belum menghiraukan keberadaannya, tapi percayalah 20 tahun lagi anak-cucumu akan bercerita tentang indahnya kampus ini — dan paragraf pertama ceritanya, akan mengisahkan tentang flora. tak percaya?

Perjalananmu menuju Asrama akan disambut sederetan bunga ‘sakura ungu’ — Jacaranda mimosifolia

deretan Jakaranda sepanjang jalan utama, saat ini (foto oleh: Jehuda Christ Wahyu)
what will you see (sumber: flora of zimbabwe)
bunga Jacaranda, mekar di bulan September-Oktober (dok. pribadi)

sebenarnya keberadaan tanaman ini sudah kudengar sejak awal masa TPB, tepatnya saat momen pelatihan SMPE (Strategi Menggapai Pribadi Efektif) oleh LTPB. saat itu, dosen fasilitatorku adalah Ketua Prodi jurusan Rekayasa Pertanian, Pak Rama. ketika seorang teman bertanya tentang keadaan kampus Jatinangor, yang pertama kali beliau ceritakan adalah kurang lebih begini:

“disana kami tanam bunga sakura ungu sepanjang jalan masuk ke ITB Jatinangor. kalau ITB Ganesha punya Bougenville mekar (dan Congea tentu saja) yang menyelimuti gerbangnya untuk menyambut mahasiswa baru, maka ITB Jatinangor akan punya tanaman ini, yang akan mekar di periode wisuda Oktober dan saat penyambutan mahasiswa baru Januari.”

Pernah main ke Amphiteater kebanggaan ITB Jatinangor? kamu akan duduk dibawah rindangnya Flamboyan yang membuat tempat ini mahal 20 tahun lagi — Delonix regia

amphiteater ITB

Warga netijen jatinangor pasti tau tempat ini — setidaknya yang pernah melalui horornya ospek jurusan di Jatinangor, pasti tempat ini begitu terkenang di hati. sayang sekali memang, amphiteater alam seindah ini masih belum digunakan sebagai fungsinya; Teathrical. entah itu pertunjukan seni teater, jamming musik, pembacaan puisi, atau bahkan stand up comedy. padahal, flamboyan yang menaungi tempat ini begitu apik disusun.

what will you see (sumber: flora of zimbabwe)

Karena keindahannya pula, hingga kini rute berangkatku menuju ke kelas berubah — dari yang biasanya melewati jalur teduh, kini memotong dari asrama TB1-amphi-GKU 1. desain semacam ini, patutnya digunakan untuk perhelatan festival Jazz Gunung yang sudah dilakukan rutin di gunung Bromo.

Sebelum masuk ke Amphiteater ITB Jatinangor, kamu akan disambut sebaris ‘Sakura Kuning’ yang akan memanjakan matamu — Tabebuia argentea

tepat sebelum masuk ke amphiteater, akan ada sebaris pohon dengan bunga kuning cantik yang bila mekar, akan menarik pandangan siapapun yang lewat.

Tabebuia sekitar amphiteater
what will you see (sumber: tertera)

biasanya tanaman ini mekar antara bulan september-oktober, begitu cantik hingga setiap pulang kelas aku selalu tertarik untuk mengambil foto bunganya.

bunga Tabebuia

Amphiteater semakin cantik dengan ‘penjagaan’ dari si Dadap Merah — Erythrina crista-galli

si Dadap Merah di sekitar amphiteater
sumber: bauble botanical garden

tanaman rumahan ini menambah cantik sekeliling amphiteater ITB Jatinangor, menambah kesan mewah berdarah karena merahnya yang sangat mencolok.

Tanaman peneduh ini membuat area taman belajar juga cocok sebagai taman wisata keluarga — Ficus lyrata

sumber: garden centre
belajar dibawah ficus lyrata lebih asyik

makan bersama dibawah teduhnya ficus jenis ini memang asik, karena daun dan tajuknya yang lebar,meneduh di tengah hari saja masih terasa sejuk jika dibawah pohon ini. Cocok sekali untuk mencari suasana belajar yang baru, menghilangkan stress dan marah-marah (du dudududu~). letaknya tepat berbaris disekitar taman belajar, dekat amphiteater ITB Jatinangor. meski belum banyak juga yang memanfaatkan area ini untuk belajar atau sekedar duduk dan bercerita, tempat ini akan menjadi rebutan beberapa tahun lagi.

Dan masih banyak lagi

pinus di hutan campuran
mahoni kembar

sebenarnya masih banyak lagi tanaman cantik yang patut kita kangeni 20 tahun lagi; ada area Pinus di hutan campuran, damar, Spathodea dengan bunga oren khasnya yang besar, dan lain-lain. meski sekarang keberadaannya dihiraukan, tidak buruk untuk mencoba foto bersama tanaman-tanaman ini, dan membandingkannya dengan berfoto di tempat yang sama 20 tahun lagi. tentu saja ini akan terjadi jika kita bisa bersama-sama untuk menjaga tanaman-tanaman ini tetap ada ya.

salam lestari :)

Like what you read? Give Nur Faiz Ramdhani a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.