Kegagalan adalah keberhasilan yang tak terjadi
Ya, memang begitu adanya. kita harus berani menerima kenyataan bahwa setiap manusia, pasti pernah gagal. jangan jadi pengecut dengan mengatakan
Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda
Itu berarti kita tidak siap gagal. kita tidak berani menerima kegagalan. kita takut. kita pengecut.
Memangnya gagal itu buruk? bahkan kita tidak akan pernah mendapatkan pelajaran apa-apa dalam hidup, kalau kita selalu berhasil.
Contoh paling dekat adalah, ketika kita berjalan melewati lantai yang licin. saat kita berhasil lewat tanpa terpeleset, hikmah apa yang bisa kita ambil? hmm, mana sempat kita berpikir tentang hikmah saat kita berhasil melakukan sesuatu. karena semua baik-baik saja, maka tak ada yang perlu dibahas. kita berhasil, dan selesai. kalaupun kita memaksa ingin mencari hikmahnya, pasti tidak semudah mengambil hikmah saat kita justru terpeleset saat melewati lantai licin tersebut. apa hikmahnya? sepertinya kita sama-sama tahu semua.
Jadi, gagal itu normal. berbiasalah. justru saat berhasil-lah, kita perlu berhati-hati. terlalu nyaman bisa mengancam diri sendiri. yang penting adalah ambil hikmah dari kegagalan, dan tetap waspada dalam keberhasilan. dengan cara itu, kita akan belajar dan belajar terus mengasah pemahaman.

keep growing
Satu kepengecutan lagi yang baru kusadari adalah terpotongnya kalimat motivasi berikut
setelah kesulitan, ada kemudahan
Apakah ada yang salah dengan kalimatnya? tentu tidak. saya yakin semua orang setuju dengan hal tersebut. hanya, kalimat itu jadi pengecut karena tidak lengkap. setelah kesulitan memang ada kemudahan, tapi jangan lupa bahwa
setelah kemudahan, ada kesulitan (lagi)
Ya memang begitu adanya. hidup memang dinamis. terimalah, maka insyaAllah kita akan semakin kuat dan ikhlas berserah. karena kita paham bagaimana hukum alam. sehingga kita sadar betul, dunia tidak berhenti setelah kita mendapat kemudahan. kita masih harus terus berjalan dan pasti akan menemui rintangan.
Kita siap. tak mudah mengeluh apalagi
give up
Terinspirasi dari mas Sabrang Mowo Damar Panuluh, untuk saya yang masih bertumbuh dan mudah mengeluh.
