Saatnya Berjalan-Jalan!

Nur Faiz Ramdhani
Aug 28, 2017 · 1 min read

Lupakan saja judulnya. Sebenarnya saat ini aku sedang mengiyakan sebuah kalimat:

Jika kamu ingin berjalan lebih cepat, berjalanlah sendiri. Namun jika kamu ingin berjalan lebih jauh, berjalanlah bersama-sama.

Kuranglebih itu yang aku rasakan dalam empat hari terakhir. 2 hari berjalan dengan teman dan 2 hari berjalan sendiri ke suatu tempat, membuatku semakin percaya kalimat diatas.

Tidak ada yang benar dan salah, berjalan sendiri ataupun bersama. Pilihlah sesuai kebutuhan. Yang jelas, keduanya memiliki kesannya masing-masing; saat kami (aku dan teman) bersama-sama, perjalanan jadi punya banyak cerita, dan semua keburukan yang menimpa kami, terbagi secara merata. Dampaknya, buruknya keadaan jadi tidak begitu terasa, bahkan masih bisa tertawa. Lalu saat aku sendiri, kemampuan diri akan teruji; bagaimana mengambil keputusan untuk naik kendaraan apa, makan dulu atau lanjut terus, menyapa bapak-bapak yang sedang menyapu jalan atau tidak, lalu bagaimana aku harus melakukan kebaikan tanpa dilihat orang yang kamu kenal, dan bagaimana aku benar-benar berusaha membangun citra diri dari nol, Karena tidak ada yang tahu siapa aku saat itu, dan tidak semua orang percaya aku orang baik.

semuanya adalah proses. ayo jalan-jalan lagi!


Ditulis 28 Agustus 2017 di gerbong kereta lokal bandung raya, sambil berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.

)
    Nur Faiz Ramdhani

    Written by

    Draft tulisan inspiratif 2050

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade