8 jam yang lalu, tahu tidak? Aku dengan wajah “siapa kamu?” tengah berusaha menopengi hatiku yang sesak karenamu. Sekitar 20 menit di 8 jam yang lalu itu, kuakui kepengecutanku yang melebeli diri dengan kata “Aku biasa, kuat”. Toh lihatlah rasa tak menyenangkan di dadaku yang kini makin berkecamuk seakan mengolok tingkah sokku tadi dihadapan mu dan (oh tak lupa) dihadapan “tamanmu”. Sial! Bagaimana cara melampiaskan amarah ini? Kepada siapa? Padamu yang tak pernah maju atau padaku yang terus mundur? Untuk kesekian kalinya kukatakan aku menyerah! Aku lelah dengan bunga-bunga yang kau suburkan lalu kau campakan dengan keji. Kerennya kau dengan mudah menyuburkannya lagi. TERIMA KASIH, tuan tarik ulur yang terhormat!
Tapi rasanya, ini kali terakhir kupublish kepasarahanku. Aku mencinta, tapi yah tak begini.