Oh
Oh
Sep 6, 2018 · 4 min read

KESENANGAN: SAYA BOKEK MAKA SAYA MENULIS

Apa kabar teman-temanku? Semoga hidup kalian senantiasa diberkahi. Menjalani hari-hari dengan bahagia dan sentosa. Kita sudah semakin tua ya? Hahaha. Lain kali kalau kita bersua, aku menanti ceritamu bagaimana saat ini pemaknaan kalian masing-masing tentang hidup, tentang bahagia, dan tentang yang lain-lain.

Saya juga mau mengucapkan permintaan maaf atas kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan. Mohon ampuni kesalahan dan kebodohanku kepada kalian. Semoga kita dijauhkan dari kebencian satu sama lain. #doa

Jika dihampiri perasaan-perasaan benci atau tak suka, iri, dan perasaan destruktif lainnya, semoga kita dimudahkan untuk sesegera mungkin mengantisipasinya.

Sebab, teman-teman, saya tentu pingin hidup bahagia. Begitu juga dengan kalian bukan? Siapa yang tak ingin menjalani hari penuh keriangan dan kegirangan? Siapa yang tak suka selalu riang dan girang? Hehehe

Nah, dalam rangka menuju hidup bahagia, akhir-akhir ini saya mendaftar dalam catatan kecil saya tentang hal-hal yang bikin saya girang. Hal-hal yang amat saya senangi. Ternyata banyak sekali. Saya suka jalan-jalan, saya suka wisata kuliner, saya suka nonton konser, saya suka rokok dan ngopi, saya suka belanja pakaian, saya suka beli buku, dan masih banyak kesukaan lainnya.

Dan untuk memenuhinya, saya tentu memerlukan biaya. Dari daftar kesukaan saya itu ada yang butuh biaya kecil, sedang, dan bahkan cukup besar. Itulah baru saya nyadar, kenapa saya juga amat senang pas tanggal gajian tiba. Wkwk. Sebab, beberapa list kesenangan saya tentu bisa akan terpenuhi.

Selain daftar kesenangan yang pendek dan relatif bisa dipenuhi itu tadi, ada juga daftar hal-hal yang — saya mengiranya bakal membuat saya senang dan girang jika terpenuhi. Mungkin istilahnya keinginan jangka panjang. Kenapa jangka panjang? Karena berdasarkan biaya pemenuhannya tak mungkin bisa saya miliki dalam waktu dekat. Misalnya, saya ingin motor, saya ingin punya MacBook, saya ingin beli mobil, saya ingin punya rumah, saya ingin punya aset, saya ingin punya usaha, saya ingin S2, saya ingin ke Jerman. Dan lain-lain. Saya butuh uang lebih banyak untuk memenuhinya.

Saat semua kesenangan jangka pendek saya terpenuhi, tentu saya girang. Saya bisa makan enak. Saya bisa jalan-jalan. Saya bisa nonton konser. Saya bisa beli banyak buku. Saya bisa ngemall, nonton film, belanja pakaian, dan nongkrong. Ya Tuhan, matursuwun, saya girang. Saya menikmati rejekimu.

Tapi, begitu uang di kantong mulai menipis, dan list kesenangan lainnya menuntut untuk segera dipenuhi, saat itulah saya merasa sedih. Hahahaha. Watak kesenangan itu cukup unik. Saya perhatikan, karena semua kesenangan terpenuhi itulah, kemudian justru menyusul keinginan jangka panjang yang menuntut untuk dipenuhi.

Maka jika sudah kenyang dengan kesenangan jangka pendek, bisa semalam suntuk saya browsing benda-benda dan tentang hal-hal yang saya inginkan dan belum saya punyai. Inilah masalahnya. Wkowwko. Saya pingin MacBook. Saya browsing di instagram. Nemu yang paling saya anggap cocok harganya. Saya senang. Tapi karena uang saya tak cukup saya sedih. Lalu kepikiran untuk memaksa,”Ah, bagaimana kalau kredit saja ya?”. Saya cari kreditan. Nemu. Tapi, syaratnya cukup susah. Jadi saya sedih lagi. Saya pingin motor. Nemu. Kredit tapi syaratnya susah. Saya sedih lagi. Begitu seterusnya.

Akhirnya, menonton benda-benda yang aku inginkan itu saja cukup bikin aku bisa senang. Lihat! Pemenuhan keinginanku atas MacBook bisa menyusut: karena tak mampu membelinya akhirnya bikin aku sedih, maka aku cari kesenangan lain yaitu cuma menonton dan nyimak orang jualan MacBook saja biar bikin aku senang. Sekadar cuci mata. Seolah akan membelinya besok.

Bahkan ku perhatikan lagi, ternyata menonton dan menyimak itu butuh biaya juga. Butuh quota internet. Andai aku tak punya quota internet maka aku tak bisa menonton dan menyimak orang jualan MacBook lagi, jadi pasti aku akan sedih lagi.

Maka rasa kegirangan yang muncul itu usianya juga amat pendek. Sebab pasti begitu terpenuhi akan terulang kesedihan yang menyusul karena keinginan jangka panjang akan menuntut.

Kalaulah saya sudah bisa beli motor dan MacBook, pasti saya senang, dan kemudian saya akan susah karena keinginan untuk punya rumah dan mobil tadi muncul dan menuntut. Kalau saya sudah bisa punya mobil dan rumah pasti saya senang, dan kemudian susah lagi karena keinginan untuk punya usaha dan aset muncul dan menuntut. Begitu seterusnya.

Saat keinginan jangka panjang itu muncul dan menuntut, kenikmatan hidup bisa sekejap terenggut oleh rasa susah yang timbul karena belum bisa memenuhinya. Keinginan itu seperti hantu gentayangan dalam pikiran. Ketika tengah enak-enak sarapan, lalu hantu itu gentayangan, maka aku dituntut untuk segera memenuhinya. Hantu keparat itu menyuruhku untuk browsing benda-benda itu lagi — padahal aku sedang menikmati sarapanku. Sialan. Ia merenggut seluruh fokus dan kenikmatanku atas setiap butir nasi dan remahan mendoan yang kusuapkan dalam mulutku.

Wah, darisini lah saya tidak mau lagi mengulang-ulang kesedihan semacam itu terlalu panjang setiap bulan.

Dan sungguh aku bertanya, uangmu dan khayalan-khayalan tentang benda-bendamu itu ya Tuhan, kok begitu sangat intens menjadi faktor utama yang menyenangkan dan menyedihkan dalam hidupku?

Kemudian bertemulah saya dengan satu hal dalam daftar kesenangan saya tadi bahwa saya suka menulis, ngobrol dan diskusi. Ternyata diskusi itu dorongan dari rasa berbagi. Jadi, saya suka berbagi.

Saya suka jika apa yang saya bagi itu disukai juga oleh orang. Kalau kamu juga suka uang, saya ingin berbagi jika saya punya (banyak) uang. Tentu kalau uang saya banyak ya. Kalau semua kesenangan dan keinginan jangka panjang saya tadi terpenuhi, barulah saya akan bagi-bagi uang. Hahaha.

Nah, meski saat ini belum punya banyak uang, rasa ingin berbagi saya tetap ada. Saya ingin membagi tulisan-tulisan ini saja. Sebagai alternatif pemenuhan kesenangan saya yang lain ketika sedang bokek. Saya bokek maka saya menulis. Hahahaha. Sukur-sukur kalau nanti kesenanganku menulis ini bisa melebihi dari kesenangan-kesenanganku yang butuh banyak biaya itu tadi. Lumayan kan bisa hemat duit kak. 😊

Saya senang jika tulisan-tulisan ini menyenangkanmu juga. Kalau bikin kamu sedih, mohon maaf ya :|Mau gimana lagi, saya membagi tulisan karena untuk memenuhi kesenanganku semata. Kalau kamu turut senang, itu bonus bagiku, aku akan berdoa semoga tulisan ini bisa sejenak mengalihkan atau minimal bikin kamu lupa kalau saat ini kamu sedang sedih karena kebokekanmu. 😁

Salam.

Oh

Written by

Oh

Ini Tempat Sampah