Hai! 🌻

Kali ini aku mau nyeritain tentang keadaan ku sebelum mengenal kristus dan apa yang berubah dalam diriku setelah mengenal pribadi-Nya

Jadi, dulu aku bukanlah orang yang "terbuka". Bukan karena apa apa sih, aku juga atau kenapa. Tapi aku gampang banget befikir buruk tentang orang, dan memilih buat berfikiran buruk sebelum aku mengenal mereka.

Dari kecil sampai SMA aku memang punya banyak temen. Temen main, temen belajar, temen curhat tapi ya... semuanya aku anggep cuma temen dan aku gabisa cerita sesuatu yang 'penting' ke mereka. Selama itu, aku cuma punya satu temen yang aku anggep bisa dipercaya.

Selama kenal dan mengenal dia (sebut aja susi). Susi adalah pribadi yang ceria, pembawa suasana, dan pemberani. Banyak hal yang aku anggap tabu jadi wajar, banyak hal yang aku anggap gabaik jadi lumrah saat dekat dengan dia. Aku dan susi pun bersahabat dekat, aku gabisa ceritainlah dekatnya kaya apa karena kalo aku ceritain pun bakal panjang banget.

Sampe pada akhirnya, ada di satu titik dimana aku gabisa toleransi sama 'kewajaran' dia. Disaat itu bener bener aku kaya yang mau ninggalin, tapi di masa masa dia terpuruk yakali aku tinggalin? Mau diem nemenin juga, aku bingung. Akhirnya aku putuskan buat terus berada disebelah dia dengan harapan bahwa dia lambat laun bakal berubah. karena aku tau, dia punya latar belakang yang gabisa aku ceritain yang bikin dia seperti itu. Keadaan ini gaberlangsung seminggu dua minggu, tapi tahunan sampe pada akhirnya, aku sadar. Selama aku berniat buat nemenin dia, lebih banyak pengaruh negatif yang aku terima dan perubahan dia? gaada. Jadi di detik itu aku sadar. Di setiap waktu yang Tuhan kasih buat aku bisa deket sama dia, aku belum bisa mencerminkan pribadi Kristus. Jadi disitu aku memutuskan untuk lebih deket sama Tuhan, dan ga ngandelin kekuatan ku sendiri.

Sampai pada saatnya Tuhan menemui aku lewat temen kampusku yang gatau kenapa kok aku bisa sebegitu terbukanya sama dia. Dan dia kenalin aku sama 'komunitas' di dalam gereja yang awalnya ya aku anggep buruk malah sekarang jadi rumah ke dua aku. Dimana aku bisa cerita apapun sama kaka kaka rohani ku disini, bisa menjadi diriku sendiri disini, dan bener bener ngerasain kasih Tuhan dalam setiap mereka.

Mulai dari situ, aku jadi bisa lebih open ke orang. Bisa menyambut orang dengan pemikiran yang baik, bisa melihat segala hal dari berbagai sisi dan tentu nya bisa membagikan kasih yang Tuhan berikan kepadaku! Hahahaha

Tentang keadaan ku dengan susi sekarang, hmmm... Kita udah lama ga kontek kontekan. Tapi, aku udah gasabar sampai pada saatnya aku melihat susi bersaksi dihadapan orang banyak nantinya!

Aku percaya sih sama ayat iniΒ :
1 Korintus 15:33 " Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. "

Jadi intinya, jangan mau terpuruk dalam zona nyaman. Ayo keluar dan lihat kasih Tuhan yang sangat besar buat diri Mu! Tuhan berkati~πŸ’™