Ini Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Punya masalah dengan kandung kemih? Anda tidak sendirian. Menurut National Kidney Foundation, satu dari lima perempuan pernah setidaknya terkena gangguan infeksi saluran kemih, dan 20 persen di antaranya pernah kena berkali-kali.

Infeksi pada saluran kemih terjadi akibat bakteri, sehingga Anda mengalami rasa nyeri saat buang air kecil, bahkan bisa disertai dengan nyeri di perut. Meski konsumsi antibiotik sebagai obat infeksi saluran kemih dapat mengatasi gangguan ini, akan lebih baik bila Anda juga melakukan tindak pencegahan dengan mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang bisa memberi beban berlebihan bagi kandung kemih, serta memperburuk gejala infeksi.

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Infeksi saluran kemih dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, karena tubuh wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek, maka wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam saluran cerna. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil.

Misalnya pada saat kertas toilet yang dia gunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelaminnya, maka bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Dalam kasus seperti ini wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat dan pintu uretra yang dekat dengan kandung kemih.

ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu (misal, pada sumbatan saluran kemih akibat batu ginjal).

Bakteri dari usus besar, seperti E. coli, berada dalam posisi sempurna untuk berpindah dari anus menuju uretra. Dari sana, bakteri dapat melakukan perjalanan sampai ke kandung kemih, dan jika infeksi tidak diobati, akan menginfeksi ginjal.

Seseorang dengan diabetes berisiko lebih tinggi karena sistem kekebalan tubuh yang terganggu membuat tubuh kurang mampu melawan infeksi seperti ISK. Kondisi lain yang meningkatkan risiko meliputi kehamilan, multiple sclerosis, dan apa pun yang memengaruhi aliran urine, seperti batu ginjal, stroke, dan cedera tulang belakang.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya

Obat Infeksi Saluran Kemih Di Apotik
Ternyata Ini Makanan Yang Menyebabkan Infeksi Saluran Kemih
Berikut Gejala Infeksi Saluran Kemih Yang Harus Anda Waspadai
Penyebab Infeksi Saluran Kemih Yang Sering Diabaikan