Jasa Veteranku

Omah Aksara
Jul 26, 2017 · 1 min read

Oleh : Wenny

Terisak tangis masih terdengar,

Ketika beliau memulai cerita..

Kala ancaman senjata yang diletakan di keningnya..

Saat menahan lapar dan haus..

Saat menahan air mata dan lelah..

Beliau tetap tegak berdiri di tanah ini..

Rela terluka tanpa merintih,

Rasa yang teramat sakit tidak dirasakan lagi..

Tanpa ada kata menyerah,

Walau raganya mulai rapuh..

Demi satu tujuan untuk MERDEKA!!!

Kini.. beliau telah menua..

Seperti padi semakin merunduk..

Namun kobaran semangat tak pernah padam..

Menginggat perjuangan masa mudanya..

Tangisan yang keluar dari matanya..

Tak ada dusta,

Kini beliau hanya dapat meratapi nasibnya..

Yang menghawatirkan generasinya lupa..

Tentang perjuanagan untuk Negeri ini..

Kini hanya sebuah gubuk yang meindunginya,

Dari terik matahari dan hujan..

Dengan seragam coklat yang masih dirawatnya,

Topi dengan tempelan bendera merah putih,

Masih tersimpan rapi..

Sebagai tanda bukti bahwa beliau adalah Pejuang..

Rasa haru pada cerita beliau begitu nyata,

Berjuang mati-matian hanya untuk Negeri..

Tidak memikirkan harta bendanya,

Karena yang ada padanya hanya satu kata

MERDEKA!!

Sepeda tua yang masih digunakannya,

Menjadi saksi bisu perjuangannya..

Tangan yang tak lagi sempurna,

Mengisahkan kekejaman medan perang..

Harapan untuk bebas menjadi yang utama,

Do’a untuk menang selalu di panjatkan,

Tuhan lindungilah beliau,

Seorang pejuang yang hampir terlupa..

Veteranku..

Omah Aksara

Written by

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade