Belajar Santai Menertawakan Diri

Opini Massa
Sep 2, 2018 · 2 min read

Penerimaan mahasiswa baru selalu memiliki cerita tersendiri. Setiap tahunnya akan ada peristiwa - peristiwa unik yang bisa ditertawakan kemudian harinya. Ditertawakan dalam konteks menertawakan diri sendiri, maupun menertawakan keadaan yang dulu kita lalui. Akan selalu ada.

Sama seperti tahun ini, ada saja kejadian unik yang terjadi. Awalnya saya kira penerimaan mahasiswa baru yang namanya sudah berubah (lagi) menjadi PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) berjalan dengan lancar dan tenang. Tapi nampaknya keadem ayeman itu hanya bertahan selama tiga hari saja. Mungkin saya kurang tahu apakah memang benar - benar adem ayem atau tidak, yang jelas sampai berakhirnya hari ketiga belum ada hal - hal aneh yang bakal terjadi. Sampai puncaknya pecah pada hari terakhir penutupan PBAK kemarin. Bak bisul dipantat terus gak sengaja kedudukan. Pecah!

Acara penutupan PBAK dilakukan setelah sholaat Jum'at pada 31 Agustus lalu. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan dilanjut dengan tausiah menggebu - gebu ala D.Zawawi Imron. Sesepuh berdarah Madura ini memberikan wejangan - wejangan yang hangat, bahkan menjurus membakar semangat peserta PBAK untuk lebih optimis menyongsong hari - hari diperkuliahan. Setelah itu dilanjut dengan ikrar setia mahasiswa baru dan deklarasi kampus bersih narkoba. Sejauh ini, acara masih terlihat kondusif. Adem. Ayem.

Suasana Sport Center UIN Sunan Ampel mulai memanas ketika pengukuhan mahasiswa baru yang diwakili oleh beberapa mahasiswa baru dari setiap fakultas. Terlihat dari tribun selatan, mahasiswa mulai ramai - ramai berteriak - teriak. Spanduk - spanduk aksi mereka perlihatkann ditengah jalannya acara penutupan PBAK. Isi dari teriakan dan tulisan pada spanduk mereka tidak lain adalah masalah lama yang memang belum ada solusi, yakni tentang kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal) mereka dan menuntut pihak kampus untuk menurunkannya. Bahkan teriakan - teriakan mereka sempat menghambat acara penutupan PBAK yang sebenarnya sedikit lagi akan rampung. Sampai pada akhirnya massa yang sudah panas ingin lebih didengar memutuskan untuk WO (Walk Out) dan melanjutkan aksinya diluar Sport Center. Diluar vanue penutupan PBAK, mereka makin menjadi - jadi dengan berjalan menuju depan Twin Tower dan melakukan aksi didepannya.

Jika dilihat pola dari tahun ketahun, acara penerimaan mahasiswa baru memang menjadi lahan basah yang tepat untuk menggelar aksi - aksi unik macam ini. Tapi memang yang terjadi kemarin bisa saya simpulkan lebih terkoordinir dari tahun - tahun sebelumnya. Saya sempat mengira jika tahun ini mungkin tidak ada cerita unik macam begini, tapi ternyata ceritanya mungkin bisa didongengkan berjam - jam sambil nyamil disaat istirahat kantor kelak. Saya tidak sabar menunggu bagaimana mereka nantinya akan menertawakan hal - hal ini. Tentunya kejadian seperti ini akan lebih seru jika diceritakan kembali dengan kawan lama yang juga ikut terlibat. Selamat bergabung mahasiswa baru, selamat kalian punya cerita yang seru dikemudian hari!


Kirimkan opini bebasmu tentang kehidupan kampus di opinimassa@gmail.com

Kritik bukan berarti membenci, mencintai tapi tidak buta, salam!

    Opini Massa

    Written by

    Opini Mahasiswa UINSA. Mari beropini tentang kampus tercinta.